<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469</id><updated>2012-02-15T23:12:59.851-08:00</updated><category term='Fragmen Hidup'/><category term='Dapur Vegetarian'/><category term='Jendela Nurani'/><category term='Buku'/><category term='Tokoh'/><category term='Save Our Earth'/><category term='Intermezo'/><category term='Cantik Sehat'/><title type='text'>Cantik Hijauku</title><subtitle type='html'>This is story about my beautiful green life.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-8430369475300517454</id><published>2010-07-18T19:17:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T19:28:05.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezo'/><title type='text'>My Wedding (Part I)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Duuh … dah lama nggak ngeblog, kangeeeen … banget rasanya. Banyak alasan yang membuatku (dulu) tak bisa sering-sering posting di blog. Alasan utama dan paling klasiknya adalah : SIBUK!!! Hehehe …&lt;br /&gt; Anyway, sambil dengerin Justin Bieber yang punya suara manis ini, aku akan berbagi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup. Ya, momen itu adalah pernikahanku. Mitsaqan ghaliza yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2010 tepat pukul 07.30 WIB pagi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Awal tahun 2010 aku sama sekali tak pernah mengira akan menikah dalam pertengahan tahun ini. Aku sering membuat berbagai rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek untuk kehidupanku. Meski bukan orang yang sangat teratur, tapi aku ingin hidup aku fokus.&lt;br /&gt; Subhanallah, inilah kebesaran Allah SWT. Manusia hanya bisa berencana, Allah SWT yang memiliki kekuasaan untuk melaksanakan atau menggugurkan rencana itu. Aku memang berencana untuk menikah, tapi tidak tahun ini. Rencana aku untuk menikah adalah (minimal) tahun 2013, saat usia aku sudah menginjak angka 27 tahun. Aku memang tidak memiliki keinginan untuk menikah muda. Biasa, karena jiwa egoisku masih sangat tinggi jadi aku ingin memuaskan dulu masa-masa hura-hura pas single time.&lt;br /&gt; Ternyata Allah SWT. berkehendak lain. Tanggal 27 Januari 2010 aku berkenalan dengan seorang laki-laki muda, tampan, baik hati (ceile …) bernama Andik Nur Yuridian. Tak perlu dijelaskan panjang kali lebar kali tinggi gimana proses perkenalanku dengannya. Pokoknya dia tahu aku pertama kali saat kami berdua menghadiri suatu pengajian Ahad pagi di suatu tempat. Nah, ternyata pengajian bisa juga untuk ajang cari jodoh, kan? Hehehe …&lt;br /&gt; Cerita berlanjut! Tak perlu waktu lama untuk aku mengiyakan lamaran dia atasku. Akhirnya dia resmi mengkhitbahku tanggal 27 Februari 2010. Malam hari sekitar jam setengah delapan dia dengan rombongan keluarganya datang ke rumah. Tanda pengkhitbahku adalah sebentuk cincin yang (kelak) menjadi cincin pernikahanku juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO2TWSXmqI/AAAAAAAAADI/AGrMQh9Hnko/s1600/DSC05083.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO2TWSXmqI/AAAAAAAAADI/AGrMQh9Hnko/s320/DSC05083.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495436413838531234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini pemasangan cincin tunangan oleh Ibu Mertua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO3IptaayI/AAAAAAAAADQ/ZYNid7TtHj8/s1600/DSC05079.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO3IptaayI/AAAAAAAAADQ/ZYNid7TtHj8/s320/DSC05079.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495437329585302306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Duduk bareng calon suami habis pasang cincin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO3aiB-zgI/AAAAAAAAADY/GFenfXldXoA/s1600/DSC05086.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO3aiB-zgI/AAAAAAAAADY/GFenfXldXoA/s320/DSC05086.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495437636761734658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua besan bersanding (Ibu Kandung &amp;amp; Ibu Mertua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO3rd39WmI/AAAAAAAAADg/wTElbLvWcW8/s1600/DSC05092.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO3rd39WmI/AAAAAAAAADg/wTElbLvWcW8/s320/DSC05092.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495437927703730786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Maem bersama habis acara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO32vCGJGI/AAAAAAAAADo/rL08P9rHN7I/s1600/DSC05099.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO32vCGJGI/AAAAAAAAADo/rL08P9rHN7I/s320/DSC05099.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495438121288213602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Me &amp;amp; My Mom (mirip ndak??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Eng…ing…eng… habis lamaran langsung deh, dihitung tanggal nikahnya. Ada yang lucu sodara-sodara. Berhubung kita pake adat Jawa, harusnya kan, ngitung tanggal nikahan itu berdasar weton. Tapi tidak buat kami berdua, pasangan suami-istri yang cantik-tampan ini. Kita justru ngitung tanggal nikahan berdasarkan hari libur sekolah. Alasannya simpel banget, biar nanti banyak undangan yang datang. Hahaha …&lt;br /&gt; Akhirnya 2 keluarga sepakatan tanggal pernikahan adalah 3 Juli 2010 pukul 09.00 WIB. 2 minggu sebelum hari H ada prosesi pingitan. Tak terbayangkan sodara-sodara gimana rindunya hati ini pada sang kekasih. Biasa ketemu hampir setiap hari, tahu-tahu langsung off 2 minggu penuh. Saat-saat seperti itu, aku benar-benar merasakan manfaat dari kecanggihan teknologi. Jadi, meski dipingit pacaran tetap jalan terus. Hehe … Thanks to handphone and internet.&lt;br /&gt; Kata orang, banyak kejadian yang akan membuat pasangan calon pengantin menjadi gonjang-ganjing sebelum akad nikah. Hal itu juga terjadi padaku. Soal-soal sepele sangat berpotensi menjadi musibah besar menjelang akad nikah karena hati yang (tiba-tiba) menjadi sensitif. Misalin aja nih, ya, hanya soal warna kerudung pengantin saja sudah bisa membuat banyak orang salah paham dan marah-marah ndak karuan.&lt;br /&gt; Untunglah hal itu tak berlarut-larut. Memang butuh kesabaran tingkat tinggi menjelang hari pernikahan. Yang terpenting, semua persoalan kecil jadi besar itu serasa tak ada artinya saat mitsaqon ghaliza terjadi, perjanjian maha hebat antara 2 manusia untuk mengucap ijab qabul dengan saksi terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia, Allah SWT dan para malaikat. Beneran deh, setelah ijab qabul selesai dilaksanakan, hanya takbir dan tahmid yang mampu kuucapkan. Berarti sekarang aku resmi jadi Nyonya Andik Nur Yuridian. Itu artinya aku harus bermetamorfosa dari lajang slebor menjadi wanita dewasa yang sholehah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-8430369475300517454?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/8430369475300517454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/07/my-wedding-part-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8430369475300517454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8430369475300517454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/07/my-wedding-part-i.html' title='My Wedding (Part I)'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEO2TWSXmqI/AAAAAAAAADI/AGrMQh9Hnko/s72-c/DSC05083.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-6568810335372605058</id><published>2010-01-19T20:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T20:05:35.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Daging Vegetarian</title><content type='html'>Bahan :&lt;br /&gt;• 9 mangkok tepung terigu&lt;br /&gt;• Garam secukupnya&lt;br /&gt;• Gula secukupnya&lt;br /&gt;• 3 mangkok air&lt;br /&gt;• Kecap&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat :&lt;br /&gt;• Masukkan air dalam wadah plastik dan sedikit garam, kemudian masukkan air sedikit demi sedikit sampai menjadi adonan yg kental, sangat kental, tergantung pada keinginan, kalau ingin daging yg agak lembut maka air harus agak banyak, kalau mau daging yg agak keras maka sedikit air kira kira seperti membuat bakpao.&lt;br /&gt;• Biarkan selama 5 jam dan tutup dengan kain basah untuk hasil yg memuaskan. Setelah lima jam, maka adonan cuci di pancuran air sedikit demi sedikit sampai kita mendapatkan sari atau hasil seperti karet, cuci terus sampai tidak ada tepung lagi yg menempel. Ditandai dengan bersih / jernih nya air bekas cucian adonan.&lt;br /&gt;• Kumpulkan menjadi satu dan tarik tarik seperti kita membuat gulungan benang, kemudian ambil air dalam wadah kasih 1/2 liter air garam satu sendok teh dan gula sedikit, serta kecap 3 sendok makan, campurkan, rendam gluten tadi ke dalam bumbu ini dan biarkan selama kurang lebih semalam, tergantung selera, setelah itu angkat dan rebus dalam air, jangan sampai mendidih, tetapi kira-kira antara 70-800 celcius selama lebih kurang 5 atau 10 jam tergantung selera, semakin lama merebus semakin bagus serat yg di hasilkan dan semakin mirip daging aslinya, tekturnya juga bagus, kita akan dapatkan daging vegetarian yang bagus, kemudian dinginkan dan goreng dalam minyak mendidih sampai kurang lebih berwarna kecoklatan, sebentar saja agar air di luar daging vegetarian menjadi bagus dan kuat serta tidak mudah hancur, simpan di freezer atau langsung dapat di gunakan.&lt;br /&gt;• Sebaiknya anda membuat langsung sampai 10 kg tepung terigu dan dapat anda simpan di lemari pendingin, mengingat membuatnya cukup memakan waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-6568810335372605058?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/6568810335372605058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/daging-vegetarian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6568810335372605058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6568810335372605058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/daging-vegetarian.html' title='Daging Vegetarian'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-8358093685129011218</id><published>2010-01-19T19:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T19:56:06.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cantik Sehat'/><title type='text'>Lebih Cantik dengan Pisang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S1Z-fFREXJI/AAAAAAAAACg/UctBgci2NT8/s1600-h/11pisang1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S1Z-fFREXJI/AAAAAAAAACg/UctBgci2NT8/s320/11pisang1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428665473296522386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Buah berwarna kuning yang bercitarasa manis dan legit ini tidak hanya bagus sebagai menu makan kita. Namun, nutrisi yang terkandung dalam pisang juga bagus untuk kecantikan. Di tengah gempuran berbagai metode perawatan kecantikan modern yang memiliki resiko cukup tinggi, merawat kecantikan dengan bahan alami berbasis pisang bisa jadi alternatif pilihan. Selain murah, efek sampingnya juga nyaris tak ada.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Melembabkan Rambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Pisang mengandung emollient yang bagus untuk melembabkan sekaligus melembutkan rambut. Ditambah dengan zat besi yang ada di dalamnya, membuat akar rambut menjadi kuat dan mencegah kerontokan maupun patah.&lt;br /&gt; Caranya, ambil satu buah pisang Ambon yang matang, hancurkan hingga lembut, sisihkan. Buatlah santan dari setengah butir kelapa tua. Tambahkan extra virgin olive oil (bisa dibeli di apotek) sebanyak satu sendok teh ke dalamnya dan aduk merata.&lt;br /&gt; Selanjutnya, masukkan pisang ke dalam santan dan aduk perlahan hingga semua bahan tercampur rata. Kemudian usapkan ke rambut yang sudah dikeramas sebelumnya. Biarkan selama 10 menit, bilas dengan air hangat. Lakukan seminggu sekali secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengangkat Sel Kulit Mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kombinasi pisang dan strawberry mampu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Caranya, ambil empat buah strawberry dan satu pisang Ambon, potong kecil-kecil. Masukkan kedua buah tersebut ke dalam mangkok, remas-remas hingga hancur dan tidak ada bagian yang menggumpal. Kemudian, tambahkan dua sendok teh extra virgin olive oil, aduk kembali hingga ketiganya tercampur rata.&lt;br /&gt; Tambahkan gula pasir atau gula halus sebanyak setengah cangkir, aduk kembali. Oleskan ke permukaan kulit sambil digosok-gosok perlahan untuk mengelupaskan sel kulit mati dan mengangkatnya. Bilas dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengencangkan Kulit Payudara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Vitamin E yang terkandung dalam pisang bermanfaat untuk menyehatkan kulit. Dipadu dengan madu yang bisa menghaluskan kulit, ramuan ini bisa digunakan untuk mengencangkan kulit payudara yang mengendur akibat pertambahan usia.&lt;br /&gt; Caranya, ambil satu buah pisang (jenis apapun) yang matang, hancurkan hingga menjadi bubur. Tambahkan satu sendok teh madu, aduk rata. Oleskan ke area payudara dan biarkan mongering. Bilas dengan air hangat dan lanjutkan dengan air dingin. Lakukan seminggu sekali secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mencemerlangkan Kulit Wajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Untuk mendapatkan kulit wajah yang cemerlang dan halus, anda bisa mencoba ramuan ini. Hancurkan satu buah pisang (jenis apapun) menjadi bubur. Tambahkan oatmeal secukupnya dan aduk rata hingga konsistensinya cukup untuk dioleskan ke wajah. Oleskan ke wajah dan biarkan 10-15 menit. Kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menghaluskan Kulit Tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ambil pisang dan alpukat masing-masing setengah buah. Hancurkan keduanya dengan blender hingga halus dan tercampur rata. Tambahkan satu sendok teh olive oil dan dua sendok makan yogurt. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur rata. Oleskan ke wajah dan biarkan selama 15 menit. Kemudian bilas dengan air hangat dan lanjutkan dengan air mawar. Lakukan seminggu sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-8358093685129011218?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/8358093685129011218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/lebih-cantik-dengan-pisang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8358093685129011218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8358093685129011218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/lebih-cantik-dengan-pisang.html' title='Lebih Cantik dengan Pisang'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S1Z-fFREXJI/AAAAAAAAACg/UctBgci2NT8/s72-c/11pisang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7441501200733234155</id><published>2010-01-19T19:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T19:50:55.341-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Albert Einstein</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S1Z9j7QKEWI/AAAAAAAAACY/xTfSURRpsqY/s1600-h/AlbertEinstein.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 313px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S1Z9j7QKEWI/AAAAAAAAACY/xTfSURRpsqY/s320/AlbertEinstein.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428664456996065634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Siapa yang tidak kenal Albert Einstein? Seluruh dunia pasti sudah tahu si Bapak Fisika ini. Teori-teori hasil bidikan otak cerdasnya telah melegenda hingga setiap sudut dunia. Dari yang tua hingga yang muda, semua kenal dia. Tapi, tahu tidak, sih? Jika Albert Einstein ini dulunya dikenal bodoh?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Ketika masih kecil, Einstein tidak memiliki keistimewaan dan bahkan perkembangannya lambat dibanding anak seusianya. Namun, siapa sangka, di kemudian hari dia malah menjadi ahli fisika, pencetus teori relativitas, dan bahkan dijuluki sebagai manusia super jenius?&lt;br /&gt; Albert Einstein lahir di Ulm, Prusia Raya (sekarang Jerman), pada tanggal 14 Maret 1879, sebagai sulung dari pasangan sederhana. Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayahnya adalah pedagang kasur bulu.&lt;br /&gt; Einstein kecil tumbuh lebih lambat dibanding anak seusianya. Kemampuan bicaranya amat lambat, sehingga dia terlihat seperti anak terbelakang. Apalagi sifatnya sangat pendiam dan lebih senang bermain seorang diri. Temperamennya juga meledak-ledak. Ia masih sering marah dengan melempar barang hingga usianya 17 tahun.&lt;br /&gt; Saat duduk di bangku sekolah dasar, Einstein juga tergolong anak bodoh. Ia tidak menyukai mata pelajaran yang membutuhkan hafalan dan data. Namun, ia memiliki minat besar pada fisika dan matematika. Ia mengabaikan pelajaran lain hingga duduk di bangku SMP. Akibatnya, ia menyelesaikan SMP-nya tanpa mendapat ijazah. Einstein juga menyukai musik. Dia bahkan menguasai biola dan piano dengan baik. Tak jarang ia berduet dengan ibunya, memainkan musik klasik dunia dengan alat-alat musik tersebut.&lt;br /&gt; Kecintaan Einstein pada fisika awalnya dimulai saat ia tergolek sakit pada usia 5 tahun. Ayahnya lantas menghadiahinya sebuah kompas (penunjuk arah). Einstein sangat kagum pada kompas tersebut. Sejak itulah, ia mulai tekun mencari tahu hal-hal yang masih menjadi misteri dalam alam ini.&lt;br /&gt; Saat Einstein lulus SMP, usaha ayahnya bangkrut. Mereka terpaksa pindah ke Swiss. Di sanalah Einstein melanjutkan sekolah ke SMA dan berhasil lulus. Namun, ia sempat gagal melanjutkan pendidikan ke universitas karena gagal dalam ujian masuk. Kemungkinan besar kegagalannya itu karena ia belum mahir berbahasa Perancis. Ia pun mencoba kedua kali dan berhasil masuk ke Institut Politeknik di Zurich, Swiss. Di kampus, ia juga terkenal malas belajar dan kuliah. Untungnya, ia berhasil lulus dan bekerja sebagai guru. Lalu, ia bekerja pada kantor paten di Kota Bern. Selama itu, ia makin mempertajam wawasan fisikanya.&lt;br /&gt; Sejak tahun 1905, Einstein mulai mampu menunjukkan kecemerlangannya dalam bidang matematika dan fisika. Ia menemukan sejumlah teori yang sangat berguna dan bisa dikembangkan dalam berbagai hal hingga saat ini.&lt;br /&gt; Tahun 1933 ia memutuskan pindah ke Amerika Serikat. Bahkan, ia kemudian menjadi warga negara Amerika pada tahun 1941.&lt;br /&gt; Pada 18 April 1955, Einstein meninggal. Sebagai ilmuwan, nama Einstein akan membekas sepanjang masa. Sebab, temuan atau teori-teorinya adalah dasar untuk menyelami berbagai kebesaran alam semesta ini. Einstein percaya, dunia ini diciptakan Tuhan dengan sangat sempurna. Dan, ilmu pengetahuan merupakan jendela untuk memahami keajaiban dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7441501200733234155?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7441501200733234155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/albert-einstein.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7441501200733234155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7441501200733234155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/albert-einstein.html' title='Albert Einstein'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S1Z9j7QKEWI/AAAAAAAAACY/xTfSURRpsqY/s72-c/AlbertEinstein.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-3294112683829618887</id><published>2010-01-19T19:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T19:49:01.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Nurani'/><title type='text'>Ahli Sedekah</title><content type='html'>Semua tentu sudah tahu jika sedekah sangat banyak manfaatnya. Selain menambah pahala, juga mampu menjembatani hubungan antara yang kaya dan yang miskin.&lt;br /&gt; Namun, di antara kita semua, sudahkah rutin menjadi orang yang selalu bersedekah?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Periode resesi ekonomi yang tengah menghantam Indonesia belakangan ini membuat kita harus pandai-pandai mengatur keuangan. Setiap pos pengeluaran dicatat dengan cermat dan teliti. Prinsip ekonomi benar-benar diberlakukan. Keluarkan sesedikit mungkin modal untuk mendapatkan sebanyak mungkin barang.&lt;br /&gt; Pusat-pusat perbelanjaan yang menggelar aneka diskon akhir tahun, awal tahun, diskon Valentine (ehm …), diskon ini, diskon itu laris manis diserbu pembeli. Bagi para kaum hawa, aneka diskon yang digelar berbagai pusat perbelanjaan itu ibarat mata air di tengah gurun yang kering dan tandus. Mereka dapat mempertahankan insting mempercantik diri dan penampilan dengan harga yang relatif miring.&lt;br /&gt; Namun, setelah puas membelanjakan uang untuk beberapa potong baju, ingatkah mereka untuk menyedekahkan sebagian rejeki mereka kepada yang membutuhkannya? 99% pasti jawabannya TIDAK!&lt;br /&gt; Sering saya mendengar ucapan para ibu tetangga di kompleks tempat saya tinggal, “Ah, saya sendiri juga hidup susah. Bagaimana saya akan menolong mereka jika saya sendiri juga butuh pertolongan?”&lt;br /&gt; Terlalu sering saya mendengar kalimat-kalimat seperti itu. Diucapkan oleh orang-orang yang sangat berhati-hati menjaga hartanya, tapi tak sayang mengeluarkan sekian ratus ribu rupiah hanya untuk berbelanja baju dan barang-barang rumah tangga yang sebenarnya tak terlalu mereka butuhkan. Jika disinggung oleh suaminya kenapa mereka membeli baju (lagi), padahal baju yang dibeli bulan kemarin saja belum sempat dipakai, mereka selalu punya segudang alasan untuk menjawab.&lt;br /&gt; Bukankah hal itu sangat ironis? Kepekaan mereka sebagai manusia telah tumpul digerus perkembangan jaman yang lebih menitik beratkan pada nilai materi dan duniawi semata.&lt;br /&gt; Menurut saya, tak perlu menunggu sampai kita berharta dulu untuk bersedekah. Ingat, sedekah tidak melulu harus berwujud uang. Dia bisa diwujudkan melalui uluran tangan kita pada orang lain yang membutuhkan, ringan tangan membantu acara gotong royong RT, menghibur orang yang sedang kesusahan, bahkan tersenyum!&lt;br /&gt; Benar, senyum adalah sebuah sedekah. Sangat ringan bukan, bentuk sedekah itu? Kita bahkan tak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan uang hanya untuk bersedekah.&lt;br /&gt; Lagipula, Tuhan sudah menjanjikan pada kita, siapapun yang suka bersedekah akan diganti minimal 5x lipat. Jika kita menyedekahkan uang 1000 rupiah, kelak Tuhan akan menggantinya dengan uang 5000 rupiah. Jika kita bersedekah dengan tenaga kita, kelak saat kita sedang ditimpa kesusahan, selalu ada pertolongan datang pada kita.&lt;br /&gt; Manusia modern sekarang sudah lupa dengan jati dirinya. Konsep manusia yang penuh welas asih sudah sejak lama menghilang dari bank ingatan mereka. Pelajaran moral yang sering diajarkan saat duduk di bangku sekolah dan kala mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pramuka juga tak berbekas lagi dalam benak manusia. Tak mengherankan jika semakin lama orang miskin justru semakin bertambah di negara kita tercinta ini, bukannya semakin menyusut meski pemerintah sudah menggelontorkan dana sekian triliun rupiah untuk program pengentasan kemiskinan.&lt;br /&gt; Itu bukan hanya karena dana yang tak sampai kepada masyarakat miskin, tapi juga karena saraf kepedulian kita terhadap sesama sudah semakin melemah. Kita sering tak peduli pada nasib tetangga sebelah rumah yang belum makan seharian penuh karena tak memiliki beras, yang penting kebutuhan kita bisa terpenuhi dengan baik. Kita sering mengerling jengkel pada pengemis jalanan yang “hanya” meminta uang 100 perak, padahal dalam dompet kita tertata rapi uang puluhan ribu rupiah jumlahnya.&lt;br /&gt; Jujur saja, kita bahkan sering lupa jika 2,5% penghasilan kita haruslah disedekahkan bagi mereka yang lebih membutuhkan. Sebab itu bukan hak kita. Sudahkah teman-teman yang telah berpenghasilan sendiri menyedekahkan 2,5% hartanya pada yang membutuhkan?&lt;br /&gt; Lupa dan tak peduli adalah dua kata yang berkorelasi sangat erat. Mereka akan memunculkan sikap egois pada diri manusia. Tayangan Tolong di RCTI adalah salah satu bukti nyata dari keegoisan manusia modern. Banyak yang bermobil, berpakaian bagus, berpendidikan tinggi menolak mentah-mentah kehadiran orang papa yang meminta pertolongan mereka. Bahkan tak jarang mereka menghardik, memaki, dan mengusir dengan kasar orang-orang papa itu. Sungguh, suatu tindakan yang tak pantas dilakukan oleh seorang manusia kepada manusia lainnya.&lt;br /&gt; Jangan sampai kepedulian terhadap sesama manusia hanya diperuntukkan bagi sesama orang miskin saja – lihat tayangan Tolong RCTI, bukankah mayoritas penolong yang baik hati itu justru orang-orang yang sama miskinnya dengan yang ditolong? Dan, tolong, jangan menyanggah hal ini dengan kenyataan bahwa acara itu “hanya” sebatas reality show saja yang ceritanya mungkin sudah diskenario dengan baik oleh sang sutradara dan produser. Meski hanya reality show, tapi tayangan itu sudah mampu menyentil sisi kemanusiaan kita.&lt;br /&gt; Mulai sekarang tumbuhkanlah sikap empati dan simpati kepada sesama. Bersedekah adalah salah satu jalannya. Sedekah mampu membersihkan seluruh harta dan jiwa kita. Sedekah juga mampu menyetabilkan keegoisan kita dan menghindarkan kita dari kesombongan.&lt;br /&gt; Wow, ternyata besar juga efek samping dari sedekah, ya? Tentunya itu adalah efek samping yang bagus, bukan yang buruk. Karena tak ada cerita, orang yang rajin sedekah hartanya akan semakin habis. Justru, jika dia semakin banyak bersedekah, harta yang datang akan mengalir lebih deras lagi. Tentu saja … syaratnya adalah melakukannya dengan hati yang ikhlas, ya!&lt;br /&gt; Jadi, tak ada keraguan lagi untuk menjadi ahli sedekah. Salah satu golongan manusia yang dimuliakan oleh Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-3294112683829618887?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/3294112683829618887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/ahli-sedekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3294112683829618887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3294112683829618887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/ahli-sedekah.html' title='Ahli Sedekah'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-2600240545081471126</id><published>2010-01-13T18:20:00.002-08:00</published><updated>2010-01-13T18:21:32.823-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fragmen Hidup'/><title type='text'>Saat Adat Berbenturan dengan Syariah</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu saya mendapat sebuah undangan pernikahan dari seorang sahabat. Kebetulan, orang tua dari sahabat saya tersebut juga merupakan teman dari orang tua saya. Pada hari yang ditentukan, saya bersama ibu saya pergi memenuhi undangan dari sahabat yang tengah memiliki hajat pernikahan tersebut.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Pesta pernikahannya sendiri terbilang meriah. Menggunakan adat Jawa lengkap dengan berbagai prosesi yang rumit-rumit itu. Makanan yang terhidang di meja juga luar biasa mengenyangkan. Konsep pernikahan tradisional tersebut telah sukses menyulap sahabat saya menjadi sepasang raja dan ratu sehari.&lt;br /&gt; Setelah resepsi selesai, iseng-iseng saya masuk ke dalam rumah. Keluarga kami memang sudah sangat dekat sehingga saya memiliki akses yang cukup besar untuk melenggang masuk ke dalam rumah tuan rumah. Hati saya seketika miris melihat kondisi rumah orang tua mempelai yang dijadikan tempat resepsi. Banyak makanan sisa yang dibuang begitu saja. Saat saya tanya ke orang dapur, mereka mengatakan jika makanan-makanan yang dibuang tersebut adalah makanan basi. Itu karena koki tidak memperhitungkan waktu memasak dengan waktu acara. Sehingga banyak makanan yang terbuang karena basi. Mungkin, pikir koki memasak sangat banyak jadi harus dilakukan jauh-jauh jam (undangan yang disebar dalam resepsi pernikahan sahabat saya itu memang mencapai hampir 1000 orang).&lt;br /&gt; Saya semakin miris saat mengingat bahwa orang tua sahabat saya tersebut bukanlah termasuk golongan menengah ke atas. Untuk makan sehari-hari saja sudah sangat ngepres. Pastilah resepsi pernikahan itu memakan biaya yang lumayan besar. Darimana mereka mendapatkan uang?&lt;br /&gt; Beberapa hari setelah pesta pernikahan selesai digelar, saya kembali bertemu dengan sahabat saya tersebut. Acara gojlokan dimulai karena mereka masih pengantin sangat baru. Kami ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati segelas jus alpukat dan sepiring brownies. Obrolan di siang hari tersebut mengalir lancar. Sampai sahabat saya tersebut memulai sesi curhatnya.&lt;br /&gt; Ternyata, setelah pesta pernikahan yang meriah tempo hari, sahabat saya itu curhat jika sekarang, dia dan suaminya harus menanggung beban hutang yang lumayan besar. Usut punya usut, ternyata prosesi pernikahan yang menggunakan adat Jawa lengkap tersebut memakan banyak biaya. Mencapai belasan juta rupiah. Itu saja sudah harga diskon. Jadi, bisa dibayangkan berapa nominal rupiah yang harus dikeluarkan kedua mempelai jika biaya pernikahannya tidak didiskon.&lt;br /&gt; Saya sempat bertanya, mengapa harus memaksakan diri menggunakan prosesi pernikahan adat Jawa – yang memang sudah jadi rahasia umum jika biayanya relatif mahal – jika memang kondisinya tidak memungkinkan. Maksud saya, bukankah sudah cukup hanya dengan ijab qabul dan menyelenggarakan acara makan-makan sederhana saja untuk merayakan pernikahan tersebut? Toh, resepsi bukanlah suatu hal yang wajib.&lt;br /&gt; Jawaban sahabat saya sangat mencengangkan. Ternyata, kedua orang tua dari masing-masing mempelai yang kukuh ingin menggunakan prosesi adat untuk pernikahan anak mereka. Alasannya, itu tradisi. Pamali jika dilanggar.&lt;br /&gt; Saya hanya tersenyum tipis mendengar keluhan sahabat saya. Orang menikah kan, memulai hidup baru. Kok, aku harus memulai dengan setumpuk hutang, ya?&lt;br /&gt; Itu keluhan sahabat saya.&lt;br /&gt; Saya setuju dengan pendapat sahabat saya yang berbau keluhan tersebut. Orang menikah adalah membuka sebuah babak baru kehidupan. Seyogyanya, awal yang baru tersebut dimulai dengan suatu hal kebaikan. Jangan dimulai dengan hutang. n_n&lt;br /&gt; Dalam konteks Islam, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak diperbolehkan. Jika mau ekstrem, mubazir adalah teman setan. Itu semua karena sesuatu yang berlebihan mendatangkan lebih banyak mudharat (kerugian) ketimbang manfaat.&lt;br /&gt; Melihat kasus sahabat saya di atas, banyak hal berlebihan yang terjadi dalam pernikahannya. Mungkin niat tuan rumah adalah baik. Ingin menghormati tamu sekaligus melestarikan adat-istiadat agar jangan sampai punah. Namun, menghormati tamu tidak harus dengan menyediakan makanan yang mewah dan dekorasi pelaminan yang megah, bukan?&lt;br /&gt; Islam tidak menganjurkan hidup berlebihan. Termasuk dalam hal menikah. Tidak perlu memaksakan diri mengadakan sebuah pesta pernikahan yang megah dengan undangan mencapai ratusan orang, jika untuk itu kita harus berhutang. Apalagi, untuk membayar hutang tersebut, kita juga belum tahu darimana sumber dananya. Pokoknya, yang penting ambil barang dulu, soal bayar-membayar urusan paling belakang. &lt;br /&gt; Namun, sangat sulit merubah pola pikir masyarakat Jawa tentang adat-istiadat. Padahal, kebanyakan adat dan tradisi mereka itu bertentangan dengan aturan Islam. Padahal lagi, mayoritas masyarakat Jawa adalah pemeluk Islam. Sungguh suatu hal yang sangat ironis. &lt;br /&gt; Mungkin kita harus mengubah pola pikir kita. Bahwa yang disebut menikah itu adalah ijab qabul. Soal resepsi belakangan, yang penting semua orang sudah tahu jika kita telah menikah. Mempertahankan tradisi boleh selama kita tahu dan bertanggung-jawab atas penggunaan harta benda kita untuk prosesi adat-istiadat tersebut.&lt;br /&gt; Jadi, jangan sampai setelah menikah, bukan doa barokah pernikahan yang kita terima. Melainkan cibiran orang-orang karena hutang kita yang menumpuk setelah kita “sukses” menggelar resepsi pernikahan yang megah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-2600240545081471126?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/2600240545081471126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/saat-adat-berbenturan-dengan-syariah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/2600240545081471126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/2600240545081471126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/saat-adat-berbenturan-dengan-syariah.html' title='Saat Adat Berbenturan dengan Syariah'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-257386969633611714</id><published>2010-01-13T18:20:00.001-08:00</published><updated>2010-01-13T18:20:42.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Budaya Membaca</title><content type='html'>Lama tidak mem-posting segmen Buku. Tulisan kecil ini semoga bisa jadi pengobat rindu.&lt;br /&gt; Dua minggu lalu saya menonton film Inkheart. Film besutan Hollywood itu dibintangi oleh Brendan Fraser. Cerita ringkasnya, si mas Brendan Fraser ini adalah seorang Lidah Perak, orang yang bisa memuncul tokoh-tokoh dan kejadian-kejadian dalam buku setiap kali dia membacanya dengan suara keras. Nah, gara-gara bakatnya yang unik itu, dia mengalami petualangan seru dan menegangkan dengan Capricorn dan The Shadow, dua tokoh antagonis dalam novel Inkheart yang dibacanya. Sekaligus dia harus kehilangan istri tercintanya gara-gara sang istri masuk ke dalam buku sebagai akibat dari Capricorn yang keluar dari buku. Mas Brendan Fraser berusaha keras mengeluarkan istrinya dari buku sekaligus melawan kejahatan Capricorn yang ngotot tak mau balik ke dunia buku.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Ini film yang saya rekomendasikan untuk ditonton akhir pekan bersama keluarga. Filmnya bagus dan menyenangkan, meski ending-nya mudah ditebak. Tapi, efek dan alur ceritanya sungguh luar biasa. Dan, tentu saja pesan moral yang ada dalam film ini sangat banyak, loh.&lt;br /&gt; Balik lagi ke segmen Buku kita. Ada salah satu kalimat dari Bibi Brendan Fraser yang sangat saya suka. Kutipannya begini, nih.&lt;br /&gt; “Aku sudah pergi ke berbagai tempat di seluruh dunia, bahkan hingga negeri antah berantah. Bertemu dengan para sultan dan jin penjaga lampu. Mengunjungi tempat-tempat menarik. Semuanya bisa kulakukan hanya dengan membaca buku.”&lt;br /&gt; Teman, bukan karena hobi saya membaca buku hingga saya mem-posting tulisan ini. Tapi, saya ingin berbagi pengalaman hasil dari perburuan mata saya terhadap huruf-huruf mungil di buku yang telah saya baca.&lt;br /&gt; Ungkapan di atas memang tidak salah. Saya memang bisa mengunjungi berbagai tempat menarik di dunia hanya dengan duduk manis di atas kursi rumah sambil memelototi sebuah buku. Saya tak perlu jauh-jauh pergi ke Tokyo hanya untuk melihat Harajuku, daerah bagi para fashionista Jepang. Harajuku-lah yang kelak melahirkan style Harajuku yang banyak digandrungi para remaja seluruh dunia. Atau, tak perlu jauh-jauh pergi ke Selandia Baru hanya untuk melihat Festival Seni Nelson.&lt;br /&gt; Semuanya bisa saya ketahui hanya dengan membaca buku. Bayangkan, berapa rupiah yang bisa dihemat untuk berkeliling seluruh dunia? n-n&lt;br /&gt; Membaca buku sudah jadi kebiasaan dalam keluarga saya. Terima kasih untuk almarhum Bapak yang telah menanamkan jiwa gemar membaca sejak umur saya masih tiga tahun. Surprise juga guru TK saya melihat kondisi saya yang sudah fasih membaca sementara teman-teman saya yang lain masih kebingungan membaca kalimat-kalimat panjang dan paragraf yang gemuk.&lt;br /&gt; Kebiasaan membaca ini juga sangat menolong saya di masa kuliah. Pasti teman-teman sudah tahu, sebanyak apa buku literatur yang harus kita baca di periode kehidupan kuliah. Beruntunglah saya karena suka membaca, sebab buku setebal apapun bisa dengan entengnya saya habiskan tanpa perasaan tertekan sama sekali. Beda dengan teman saya yang wajahnya seperti orang makan empedu ayam tiga kilo setiap dosen memberikan tugas membaca dan membuat referensi.&lt;br /&gt; Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bisa diperoleh (salah satunya) dengan membaca buku. Jadi, tak ada keraguan untuk menambah wawasan dengan membaca buku. &lt;br /&gt; Belakangan saya sangat “terharu” mengetahui minat membaca teman-teman saya yang masih rendah. Beberapa minggu silam saya iseng mengadakan survey tentang kebiasaan membaca buku di kalangan pelajar SMA dan mahasiswa. Hasilnya, wow! Sungguh mengecewakan. Jangankan membaca buku, melihat headline news koran saja mereka sudah tak sempat. Mereka lebih mengandalkan internet dan televisi untuk mendapatkan sumber berita ketimbang membaca buku dan menelaah isinya.&lt;br /&gt; Efek visual memang lebih menarik minat mata-mata muda itu ketimbang huruf-huruf hitam yang tercetak di lembaran buku.&lt;br /&gt; Kondisi ini sungguh berbeda dengan keadaan beberapa negara di belahan dunia yang lain. Saya memiliki beberapa teman dari luar negeri yang rajin berkorespondensi melalui email dan chatting dengan saya. Menurut mereka, membaca sudah bukan hal yang aneh lagi bagi mereka. Bahkan, perpustakaan pribadi sudah banyak terdapat di rumah-rumah perorangan. Seorang teman saya di Jepang bahkan mengirimkan beberapa foto yang menggambarkan kondisi dalam kereta menuju ke Shibuya. Di sana orang-orang dengan tekun membaca buku, tak peduli suasana kereta yang sedang penuh orang atau tidak. Menurut teman saya tadi, buku saku (alias buku berukuran kecil yang bisa dimasukkan ke dalam tas) laris manis di sana. Itu karena buku saku bisa dibawa ke mana-mana.&lt;br /&gt; Sementara di (tak usah jauh-jauh, deh!) daerah saya sendiri, budaya membaca buku nyaris tak ada sama sekali. Perpustakaan daerah lebih banyak tutupnya ketimbang bukanya. Para pelajar lebih suka men-download data dari internet, untuk kemudian mem-paste-nya, sebagai tugas sekolah mereka. Orisinalitas karya patut dipertanyakan mengingat jarang dari mereka yang menulis dengan pikiran sendiri, melainkan lebih sering meng-copy paste data dari internet.&lt;br /&gt; Yang lebih lucu lagi adalah alasan beberapa mahasiswa yang saya temui dan menjadi sumber survey saya. Mereka jarang membaca buku karena tak punya dana untuk membeli buku. Padahal setiap minggu mereka rajin hunting baju-baju mahal di toko baju. Sungguh suatu ironi. Apa untuk menjadi pintar kita harus membeli buku? Dan, apa harga sebuah buku sudah lebih mahal ketimbang harga sehelai rok dan kaos?&lt;br /&gt; Memang tidak pada tempatnya jika saya men-judge mereka semua. Karena, resesi ekonomi yang berkepanjangan membuat setiap orang harus pintar-pintar mengatur keuangannya agar tak sampai kolaps dan kelaparan. Tapi, bukan berarti biaya hidup yang semakin tinggi lantas membuat kita lupa untuk menjadi pintar. Tak ada dana membeli buku bukan berarti lantas kita tak menggiatkan budaya gemar membaca buku. &lt;br /&gt; Ada banyak solusi yang bisa dimunculkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui buku. Masalahnya adalah, apakah generasi muda tersebut mau dan dengan senang hati menerima solusi-solusi tersebut?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-257386969633611714?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/257386969633611714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/budaya-membaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/257386969633611714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/257386969633611714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/budaya-membaca.html' title='Budaya Membaca'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-1167854398848352741</id><published>2010-01-13T18:19:00.001-08:00</published><updated>2010-01-13T18:19:55.946-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Kebab Vegetarian</title><content type='html'>Bahan :&lt;br /&gt;• 12 butir telur puyuh rebus&lt;br /&gt;• 4 buah daun bawang ukuran besar, ambil bagian batangnya saja dan potong sepanjang 2 cm&lt;br /&gt;• 1 buah paprika kuning, potong dadu&lt;br /&gt;• 1 buah paprika hijau, potong dadu&lt;br /&gt;• Tomat ceri secukupnya&lt;br /&gt;• Jamur kancing secukupnya&lt;br /&gt;• Tusuk sate secukupnya&lt;br /&gt;• 150 ml saus barbeque&lt;br /&gt;• 1 sdm bawang bombai cincang&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara :&lt;br /&gt;• Campur telur puyuh rebus, potongan batang daun bawang, paprika, tomat, dan jamur kancing dengan saus barbeque dan bawang bombai. Aduk hingga tercampur rata. Diamkan selama 30 menit hingga bumbu meresap.&lt;br /&gt;• Tusukkan semua bahan secara beruntun ke tusuk sate. Bakar semua bahan di atas bara api hingga matang sambil sesekali diolesi bumbu.&lt;br /&gt;• Sajikan kebab vegetarian dengan kentang utuh yang dibungkus alumunium foil lalu dipanggang. Angkat, sajikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-1167854398848352741?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/1167854398848352741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/kebab-vegetarian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1167854398848352741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1167854398848352741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/kebab-vegetarian.html' title='Kebab Vegetarian'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-352628780128986182</id><published>2010-01-13T18:17:00.002-08:00</published><updated>2010-01-13T18:19:02.818-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cantik Sehat'/><title type='text'>JURUS DIET GAYA COWOK MUDAH DAN EFEKTIF</title><content type='html'>Mau diet efektif? Contek gaya cowok berdiet!&lt;br /&gt; Tanpa perlu penelitian segala, terbukti cowok – dengan aktivitas yang sama dengan cewek – lebih mudah menurunkan berat badan. Bete? Nggak usahlah. Mereka memang dianugerahi metabolisme yang bagus. Tapi kalau diperhatikan, gaya hidup kebanyakan cowoklah yang bikin mereka jarang berurusan dengan berat badan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Mau bukti? Kalau kita ditantangin untuk menurunkan berat badan sebanyak dua kilo dalam dua hari, mungkin kita bakal nggak makan atau nggak tidur selama dua hari! Iya, kan? Walaupun cara ini mungkin berhasil, jangan nekat mencoba ya. Lebih baik contek jurus diet gaya cowok, mudah dan efektif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurusk  1 : Berpikir Sehat&lt;br /&gt; Kita mungkin sering bersikap berlebihan kalau sudah menyangkut urusan berat badan. Bisa seharian nggak makan, cuma minum air putih. Padahal diet ketat cuma akan bikin tubuh kita kekurangan nutrisi. Dan, saat “dipaksa” untuk lapar, tubuh justru akan menyimpan lemak berlebihan.&lt;br /&gt; Sementara itu, cowok nggak akan membiarkan dirinya kelaparan hanya untuk menurunkan berat badan. Kalau pun harus berdiet, alasan mereka cuma satu: buat kesehatan.&lt;br /&gt; Coba ubah cara berpikir kita. Kalau biasanya kita berdiet biar kelihatan langsing di depan gebetan, sekarang pikirkan bahwa makan sehat dan hidup aktif memang baik untuk kesehatan jangka panjang kita. Untuk mengubah kebiasaan ngemil, biasakan mengonsumsi makanan yang mengandung cukup protein dan karbohidrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus 2 : Melatih Otot&lt;br /&gt; Dibandingkan kita, cowok punya lebih banyak otot daripada lemak. Dan, otot inilah yang punya peranan cukup penting dalam menurunkan berat badan. Karena, otot membakar kalori lebih banyak dibandingkan lemak.&lt;br /&gt; Lagipula, kalau sudah mulai menggemuk, lemak cowok akan lari ke daerah sekitar perut. Lemak di bagian ini cenderung lebih mudah dihilangkan. Sementara kita? Lemak akan segera lari ke pinggul dan paha, dua wilayah yang sulit “dilangsingkan”. Hiks …&lt;br /&gt; Untuk itu kita harus melatih dan membentuk otot-otot supaya kita bisa tetap membakar kalori sekalipun sedang nggak berolahraga. Tapi, bukan berarti kita harus punya otot lengan seperti Ade Rai. Cara mudah untuk melatih dan membentuk otot-otot kita adalah menggabungkan latihan kardio seperti aerobic dan angkat beban dengan barbel seberat satu atau dua kilo. Pilihlah olahraga yang kita sukai sehingga kita melakukannya tanpa terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus 3 : Hapus Kata DIET&lt;br /&gt; Seringkali kita merasa bersalah setelah kita ngemil cokelat atau kue keju. Dalam pikiran kita sudah terbentuk opini bahwa makanan tersebut adalah makanan “jahat”.&lt;br /&gt; Dalam hal self-esteem, diri kita memang rada payah. Cewek butuh pengakuan atau pujian dari orang lain biar lebih percaya diri. Sebaliknya, cowok dilahirkan dengan ego tinggi sehingga mereka berpendapat kalau mereka menarik. Karena sikap percaya dirinya ini, cowok nggak merasa bersalah setelah memakan apapun.&lt;br /&gt; So, singkirkan kata DIET dari hidup kita. Kalau berpikir sedang berdiet, kita justru akan tertekan. Saat mengucap “sumpah” ‘Saya sedang diet’ kita dan segala sesuatunya akan terasa berat. Jadi, yakinkan diri kita kalau kita ingin lebih sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus 4 : Jauhkan Emosi dari Makanan&lt;br /&gt; Ingat nggak, waktu kecil kita sering dibelikan es krim kalau sedang sedih? Buat cewek, sikap seperti itu terus terbawa sampai sekarang. Naik gaji, kita hadiahi diri kita dengan makan-makan. Ditinggal pacar, berkotak-kotak cokelat dan es krim pun ludes. Kita menganggap makanan bisa memenuhi kebutuhan emosional kita.&lt;br /&gt; Memang sih, sepotong cheesecake bisa bikin kita lebih tenang. Tapi, kalau setiap saat? Bisa-bisa masalah kita nambah seiring bertambahnya berat badan kita. Belum lagi kalau kita “dianugerahi” PMS, perubahan hormon yang bikin kita ngidam makanan demi memperbaiki moo. Akibatnya, setelah PMS selesai, tahu sendiri kan, apa yang terjadi …&lt;br /&gt; Dalam berbagai hal termasuk makanan, cowok bersikap lebih rasional. Mereka nggak makan kalau nggak lapar, begitu juga saat mereka bad mood. Buat mereka, mood nggak ada hubungannya dengan makanan.&lt;br /&gt; Makanya, putuskan segera hubungan emosional kita dengan makanan. Saat kita tergoda untuk mengobrak-abrik kulkas, buruan deh, beresin kamar tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus 5 : Olahraga&lt;br /&gt; Sejak kecil, cewek memang nggak seheboh cowok dalam urusan olahraga. Kalau bukan karena malas, orang tua akan lebih suka kita les menari daripada ikut l;ub olahraga. Sebaliknya dengan cowok, mereka akan masih terus berolahraga bersama teman-temannya.&lt;br /&gt; Cowok menganggap, olahraga itu hobi, bukan kebutuhan yang terpaksa dilakukan supaya badan tetap bagus atau untuk menghilangkan kalori dari makanan yang baru mereka kunyah. Olahraga akan lebih efektif kalau kita menikmatinya, dengan begitu kita akan melakukannya secara teratur. Kuncinya bukan berolahraga berat sekali dalam sehari, tetapi terus aktif sepanjang hari. Kalau pekerjaan menuntut kita duduk di belakang meja, carilah waktu untuk melancarkan aliran darah. Naik-turun tangga selama lima menit sebanyak lima kali sehari efeknya bisa bikin kita segar sepanjang hari dan kalau dilakukan bisa berpengaruh ke berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gimana? Gampang, kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-352628780128986182?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/352628780128986182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/jurus-diet-gaya-cowok-mudah-dan-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/352628780128986182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/352628780128986182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/jurus-diet-gaya-cowok-mudah-dan-efektif.html' title='JURUS DIET GAYA COWOK MUDAH DAN EFEKTIF'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-3065472835359943279</id><published>2010-01-13T18:17:00.001-08:00</published><updated>2010-01-13T18:17:48.969-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save Our Earth'/><title type='text'>Disiplin Membuang Sampah</title><content type='html'>Suatu hari di bulan Desember 2009, saya pergi ke sebuah mall elit di ibu kota Jawa Timur. Di sana saya tidak membeli apa-apa, hanya menemani saudara sepupu yang sedang kebelet window shopping dan berhasrat menggesek kartu kreditnya di beberapa butik ternama.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Puas berjalan-jalan, kami mampir ke franchise fastfood terkenal dunia. Membeli sepaket makanan Barat yang (sebenarnya) masih asing diterima oleh lidah Jawa saya. Maklum saja, biasa makan sambel terasi dan lalap daun singkon, eh, kok sok-sokan makan burger dan pizza.&lt;br /&gt; Berhubung kami sedang tak ingin makan di tempat, maka kami memutuskan untuk menggerogoti sepotong demi sepotong burger sambil berjalan. Sangat tidak etis memang (DAN TIDAK LAYAK UNTUK DITIRU!!!). Tapi, sepupu saya ngotot masih pengen menorupsi waktu dengan berjalan-jalan memelototi etalase kaca. &lt;br /&gt; Burger di tangan sudah habis. Saya tolah-toleh mencari tempat sampah. Busyet, dach! Mall seelit itu kenapa tempat sampah sebiji pun tak terlihat ekor mata? Akhirnya mau tak mau saya merelakan tas tangan saya jadi tempat sampah sementara, sampai saya menemukan tempat sampah “nyata” di luar mall.&lt;br /&gt; Eh, lah dalah, kok ya, sepupu saya itu tiba-tiba nyeletuk, “Mbak, napa sampahnya ditaroh di tas? Buang aja lewat jendela.”&lt;br /&gt; Shock juga saya mendengar saran sepupu saya. Melemparnya lewat jendela di tingkat tiga, di mana di bawahnya banyak orang berlalu-lalang dan tak ada tong sampah sebiji pun. &lt;br /&gt; Dengan sabar, saya bilang pada sepupu saya, “Dek, nggak boleh, gitu. Entar kalo kena orang gimana? Lagian, buang sampah sembarangan bisa buat kotor jalan loh, Dek.”&lt;br /&gt; “Halah, Mbak! Cuma sampah sebiji doang gitu, kuk?”&lt;br /&gt; Well, teman, jika ada seribu orang yang berpikiran sama seperti sepupu saya tadi, sampah yang “hanya” sebiji doang itu bisa jadi seribu biji. Kalau sampah seribu biji itu jatuh di sungai, bisa membuat sungai jadi banjir. Jika banjir, maka banyak rumah dan harta benda yang terendam, belum orang-orang yang terkena penyakit. Jika banjir datang, niscaya anggaran daerah pemerintah setempat akan tersedot untuk perbaikan infrastruktur karena banjir dan pemberian dana bagi para korban banjir. Itu artinya, pajak yang sudah setengah hidup kita ikhlaskan ke pemerintah daerah, tidak bisa digunakan dengan maksimal untuk pembangunan daerah.&lt;br /&gt; So, bisa dibayangin kan, betapa dahsyatnya efek dari “sebiji sampah”?&lt;br /&gt; Mungkin teman-teman semua akan berpikir, “Ih, lebay, deh!” Tapi, penjelasan di atas sangat masuk akal, loh. Sekarang, coba telaah dengan hati dan pikiran yang jernih. Darimana datangnya banjir di kota-kota besar di Indonesia? Pasti permulaannya karena air sungai yang meluap. Lantas, bagaimana air sungai itu bisa meluap? Perhatikan deh, baik-baik. Pasti di sekitar sungai tersebut banyak sampah yang tidak “terorganisir” dengan baik.&lt;br /&gt; Lantas, apa kita masih pantas menyalahkan pemerintah atas banjir yang datang setiap musim hujan tiba? Jika kesadaran kita untuk membuang sampah pada tempatnya saja masih sangat rendah.&lt;br /&gt; Lantas, apa masih bisa ungkapan “Lebay” itu ditujukan pada orang-orang yang peduli masalah persampahan?&lt;br /&gt; Anyway, mari mulai sekarang kita perbaiki disiplin diri kita. Membuang sampah pada tempatnya bukanlah sebuah jargon yang hanya digunakan untuk pajangan di tempat-tempat umum saja. Namun, itu juga mencerminkan kualitas diri kita sebagai bangsa Indonesia. Survey membuktikan, bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki tingkat disiplin tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. Lihat saja Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Inggris, Perancis, dan Jerman. &lt;br /&gt; Daripada sibuk menyalahkan siapapun, lebih baik mulai sekarang kita berbenah diri. Sudahkah kita turut berperan serta mencegah kerusakan lingkungan? Hanya membuang sampah pada tempatnya, Teman. Tidak lebih. Tapi, efek sampingnya sungguh luar biasa. Kota yang bersih dan bebas ancaman banjir pasti dapat kita wujudkan.&lt;br /&gt; Ayo, buang sampah pada tempatnya. Tak usah pedulikan apa kata orang tentang kebiasaan kita ini. Dan, jangan berharap pamrih duniawi atas kebiasaan kita ini. Tindakan lebih dibutuhkan untuk Indonesia maju daripada berbagai kebijakan yang implementasinya hanya terucap lewat bibir manis saja.&lt;br /&gt;(coretan kecil hasil liburan akhir tahun yang menyenangkan di kota Metropolis, Surabaya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-3065472835359943279?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/3065472835359943279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/disiplin-membuang-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3065472835359943279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3065472835359943279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/disiplin-membuang-sampah.html' title='Disiplin Membuang Sampah'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-6637484493439850724</id><published>2010-01-13T18:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T18:13:58.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Christopher Paolini, Sang Kreator Eragon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S059ve-vIUI/AAAAAAAAACQ/WapwVClSp3I/s1600-h/ChristopherPaolini.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 306px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S059ve-vIUI/AAAAAAAAACQ/WapwVClSp3I/s320/ChristopherPaolini.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426412855751549250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi pecinta buku, pasti sudah tak asing dengan novel Eragon karangan Christopher Paolini, kan? Nah, di Tokoh kali ini, aku akan membahas tentang kesuksesan Christopher Paolini. Semoga dapat menjadi motivasi Sahabat Hijau untuk pantang menyerah dalam berusaha.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; “The 21st Century JRR. Tolkien”. Begitu julukan yang diberikan oleh para kritikus buku untuk Christopher Paolini, cowok berusia 24 tahun asal Amerika ini. Chris disebut-sebut sebagai the next JRR. Tolkien, penulis trilogi The Lord of The Rings yang tersohor itu, karena sukses meluncurkan novel fantasi yang berjudul Eragon, pada pertengahan tahun 2004 silam (waktu itu umurnya baru 19 tahun). Mmm … memangnya seberapa hebat sih, pengarang muda ini sampai-sampai namanya disejajarkan dengan pengarang lengendaris JRR. Tolkien?&lt;br /&gt; Kalau pengen tahu sehebat apa cowok ini, kita harus baca bukunya yang bercerita tentang kehidupan seorang cowok bernama Eragon, yang bersama naga peliharaannya berusaha membalas dendam atas kematian pamannya yang dibunuh oleh raja yang jahat.  Dan, nggak cuma menulis cerita, Chris juga menggambar sendiri peta Alagaesia, kerajaan tempat tinggal Eragon. Hal yang sama yang juga dilakukan Tolkien dalam trilogi The Lord of The Rings, dengan mengarang sendiri peta dan bahasanya. Anyway, Eragon ini juga sudah difilmkan juga, loh. OST-nya khusus dibawakan oleh Avril Lavigne – my fave singer!&lt;br /&gt; Eragon mulai ditulis Christopher saat masih berumur 15 tahun. Ide hebat menulis buku ini muncul karena ia suka banget membaca novel-novel fantasi dan science fiction, kayak Jeremy Tatcher, Dragon Hatcher, dan Lord of The Rings. Dari situ, ia jadi terinspirasi untuk menulis novel fantasi, yang ia bakal suka kalau membacanya. Akhirnya, bukunya ini selesai dalam waktu dua tahun. Untungnya, orang tua Chris punya perusahaan penerbitan buku kecil, dan mereka menghabiskan seluruh uang tabungan mereka untuk membiayai pembuatan buku hebat ini.&lt;br /&gt; Keluarga Paolini benar-benar berusaha keras untuk mengedarkan Eragon, sampai mereka pun berkeliling Amerika untuk mempromosikan buku ini selama setahun. Usaha ini nggak sia-sia, dan buku ini langsung punya banyak penggemar dan laku 10 ribu copies. Nggak disangka-sangka, buku ini juga dibaca oleh seorang pengarang terkenal di Amerika, yang langsung merekomendasikan Eragon ke pemilik penerbitan buku Knoft, yang kemudian mengontrak Chris untuk trilogi Inheritance, yang bercerita tentang kehidupan Eragon.&lt;br /&gt; Sekarang, Chris menjadi salah satu pria muda paling sukses di Amerika. Eragon terjual lebih dari 500 ribu copies di Amerika aja (pada tahun 2004), dan jadi nomor satu di daftar New York Times Children’s Book Best Seller (per bulan Januari 2004) mengalahkan semua seri buku Harry Potter! Wow, hebat banget, ya!&lt;br /&gt; So, kesuksesan Christopher Paolini didapat dari hasil perjuangan keras dan semangat pantang menyerah yang dimilikinya. So nice!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-6637484493439850724?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/6637484493439850724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/christopher-paolini-sang-kreator-eragon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6637484493439850724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6637484493439850724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/christopher-paolini-sang-kreator-eragon.html' title='Christopher Paolini, Sang Kreator Eragon'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/S059ve-vIUI/AAAAAAAAACQ/WapwVClSp3I/s72-c/ChristopherPaolini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-1719814736220786314</id><published>2010-01-13T18:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T18:10:33.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Buah Segar Krim Strawberry</title><content type='html'>Bahan :&lt;br /&gt;• 250 gram Cream cheese rasa strawberry – bisa diganti yogurt rasa strawberry&lt;br /&gt;• 65 gram keju ricotta&lt;br /&gt;• 50 gram double cream&lt;br /&gt;• 1 sdm gula halus&lt;br /&gt;• 1 sdt essen vanilla&lt;br /&gt;• 250 gram melon oranye – kupas dan potong&lt;br /&gt;• 250 gram melon hijau – kupas dan potong&lt;br /&gt;• 250 gram anggur merah&lt;br /&gt;• 250 gram strawberry segar&lt;br /&gt;• 2 buah belimbing manis – potong-potong&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara :&lt;br /&gt;• Kocok cream cheese hingga lembut dan kental, tambahkan keju ricotta, kocok kembali hingga lembut dan tercampur rata.&lt;br /&gt;• Campur double cream, gula halus, dan essen vanilla, kocok hingga mengembang dan kaku.&lt;br /&gt;• Campur cream cheese kocok dengan double cream kocok, aduk hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;• Atur potongan buah di piring, sajikan dengan campuran cream cheese dan double cream kocok.&lt;br /&gt;• Celupkan potongan buah dalam campuran cream cheese dan sajikan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;• Buah-buahan yang digunakan bisa sesuai selera. Potong-potong seukuran sekali suap dan campur dengan cream cheese. Disajikan dingin lebih nikmat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-1719814736220786314?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/1719814736220786314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/buah-segar-krim-strawberry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1719814736220786314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1719814736220786314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/buah-segar-krim-strawberry.html' title='Buah Segar Krim Strawberry'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7476467964663439671</id><published>2010-01-13T18:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T18:09:32.956-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezo'/><title type='text'>Kasih Ayah</title><content type='html'>Seorang pemuda mengharapkan sebuah sepeda motor sport dari ayahnya. Lantas si pemuda memberitahu keinginannya kepada ayahnya. Si ayah hanya tersenyum. Si anak bertambah yakin jika ia dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik, ayahnya akan membelikannya motor.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan berlalu. Ternyata si anak, berkat kesungguhannya memperoleh nilai cukup cemerlang. Hatinya berbunga riang. Suatu hari, si ayah memanggil si anak. Si ayah memuji anaknya sambil menyarakan betapa bangga hati seorang bapak dengan kejayaan si anak yang cukup cemerlang. Si anak tersenyum puas. Di ruang matanya terbayang kilauan motor sport merah yang selama ini menjadi idamannya itu. Si ayah yang bagaikan mengerti kehendak si anak, mengulurkan sebuah kotak yang berbungkus rapi dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak terkesima. Sungguh, bukan ini yang diinginkannya. Dengan hati yang berat, kotak itu bertukar tangan. Matanya terarah kepada raut wajah ayahnya yang tenang, seolah-olah tidak dapat membaca tanda tanya yang bersarang di hatinya. Kemudian si anak membuka bungkus kotak itu. Penutup kotak dibuka, apa makna semua ini? Sebuah Al-Quran kecil, dengan cover kulit, tinta emas menghiasi tulisan. Si anak memandang ayahnya, terasa dirinya dipermainkan, amarahnya bangkit. Nafsu mudanya bergejolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah sengaja mempermainkan saya?! Ayah bukannya sudah tahu betapa saya menyukai motor merah itu?! Bukannya ayah mampu untuk membelikannya?! Sudahlah ayah, bukan Al-Quran ini yang saya mau!” katanya keras. Al-Quran itu lalu dihempaskan ke atas meja kerja ayahnya. Si anak terus meninggalkan si ayah tanpa memberi kesempatan sedikit pun untuk si ayah bersuara. Pakaiannya disiapkan ke dalam tas, lantas ia meninggalkan rumah ayahnya. Memulai hidup baru dengan sekeping ijazah yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun berlalu. Si anak kini merupakan seorang yang berharta. Punya usaha sendiri, dengan istri yang cantik dan anak-anak yang sehat. Cukup membahagiakan. Namun, hatinya tersentuh. Sudah 10 tahun sejak peristiwa itu dia tidak pernah menjenguk ayahnya. Saat dia melamunkan pikirannya mengenai masa silam tiba-tiba teleponnya berdering mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dunia semalam, dengan mewariskan hartanya kepada si anak. Si anak diminta pulang untuk menyelesaikan segala yang berkaitan dengan pewarisan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya setelah dia berkeluarga, dia pulang ke rumah ayahnya. Sedih ia memperhatikan rumah yang menyimpan 1001 nostalgia dalam hidupnya. Hatinya bertambah sedih lagi saat dia mendapati di atas meja kerja ayahnya, Al-Quran yang dihempaskannya dulu. Bagaikan setianya hati ayahnya mengharapkan kepulangannya selama ini. Perlahan-lahan langkahnya menuju ke situ. Mengambil Al-Quran dan membukanya dengan penuh keharuan. Tiba-tiba, jatuh dari sesuatu dari Al-Quran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sampul surat ternyata diselipkan di situ. Surat itu segera dipungut. Hatinya bertanya-tanya. Nyata sekali, di dalam surat tersebut diselipkan sebuah kunci dan selembar kuitansi pembayaran sepeda motor sport idamannya yang telah dibayar lunas. Dibeli pada hari dia lulus. Sepucuk warkah, tulisan tangan orang yang amat dikenalinya selama ini. Hadiah teristimewa untuk putera kesayangannya. Air mata si anak mengalir deras. Hatinya bagai ditusuk sembilu. Penyesalan yang amat mendalam, namun semuanya sudah terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar renungan bersama, berapa banyak kita melupakan nikmat Allah hanya semata-mata karena nikmat itu tidak “dibungkus / didatangkan / diberi” dalam keadaan yang kita inginkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7476467964663439671?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7476467964663439671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/kasih-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7476467964663439671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7476467964663439671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/kasih-ayah.html' title='Kasih Ayah'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-3304319935983738335</id><published>2010-01-11T18:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T18:41:23.240-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Nurani'/><title type='text'>Tulisan Si Anak</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam. Ia menyerahkan selembar kertas yang baru selesai ditulisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah ibunya mengeringkan tangan dengan celemek, ia membacanya, dan inilah tulisan si anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk memotong rumput minggu ini&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;Rp. 7.500,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk membersihkan kamar minggu ini&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Rp. 5.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk pergi ke toko menggantikan mama&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Rp. 10.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk menjaga adik waktu mama belanja&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Rp. 15.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk membuang sampah setiap hari&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 5.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk rapor yang bagus&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;Rp. 25.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk membersihkan halaman&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;Rp. 12.500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Jumlah utang&lt;span style=""&gt;                                      &lt;/span&gt;=&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Rp. 80.000,-&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Si ibu memandang anaknya yang berdiri di sebelahnya dengan tatapan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian, ia mengambil bolpen, membalikkan kertasnya, dan menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk 9 bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama : GRATIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan selalu mendoakan kamu : GRATIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk semua susah dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini : GRATIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang : GRATIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu : GRATIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Dan, kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah &lt;b&gt;GRATIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata, “Ma, aku sayang sekali pada Mama.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan, kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar-besar :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;LUNAS!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-3304319935983738335?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/3304319935983738335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/tulisan-si-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3304319935983738335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3304319935983738335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2010/01/tulisan-si-anak.html' title='Tulisan Si Anak'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-1607707247632899474</id><published>2009-12-29T19:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T19:24:03.126-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Nurani'/><title type='text'>Kekuatan Doa dan Usaha</title><content type='html'>&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Suatu pagi di sebuah perkampungan miskin, tampak seorang ibu dengan penuh semangat sedang mengolah adonan untuk membuat tempe. Pekerjaan membuat dan menjual tempe telah digelutinya selama bertahun-tahun, sepeninggal suaminya. &lt;!-- more --&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Saat membuat adonan, sesekali pikirannya menerawang pada sepucuk surat yang baru diterima dari putranya yang sedang berada jauh di daerah lain untuk menuntut ilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dalam surat itu tertulis, “Bunda tercinta, dengan berat hati, ananda mohon maaf harus mohon dikirim uang kuliah agar dapat mengikuti ujian akhir. Ananda mengerti bahwa bunda telah berkorban begitu banyak untuk saya. Ananda berharap secepatnya menyelesaikan tugas belajar agar bisa menggantikan bunda memikul tanggung jawab keluarga dan membahagiakan bunda, Teriring salam sayang dari anakmu yang jauh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dua hari lagi adalah “hari pasaran”. Saat itulah, biasanya tempe hasil buatan si ibu dibawa ke pasar untuk dijual. Kali ini, dia berencana membuat tempe dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Harapannya, dia bisa mendapatkan lebih banyak uang sehingga bisa mengirimkan biaya kuliah ke anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kemudian, si ibu pun sibuk berdoa dengan khusyuk di sela-sela waktu yang tersisa menjelang keberangkatannya ke pasar. Dia memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar diberi mukjizat: tempenya siap dijual dalam keadaan jadi. Tetapi, sampai tibanya ia di pasar, tempenya tetap belum jadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sepanjang hari itu, dagangannya tidak laku terjual. Si ibu tertunduk sedih. Matanya berkaca-kaca membayangkan nasib anaknya yang bakal tidak bisa mengikuti ujian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Saat hari pasar hampir usai, para pedagang lain pun mulai meninggalkan pasar. Tiba-tiba, datanglah seorang ibu. Dia berjalan dengan tergesa-gesa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; “Bu, saya lagi nyari tempe yang belum jadi,” sapanya, “Dari tadi kok, nggak ada, ya? Ibu tahu saya harus cari ke mana?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; “Loh untuk apa tempe belum jadi kok, dicari?” tanya si ibu penjual tempe terheran-heran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; “Saya mau membeli untuk dikirim ke anak saya di luar kota. Dia sedang ngidam tempe khas kota ini!” kata si ibu calon pembeli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ibu penjual tempe ternganga mendengar kata-kata yang baru didengarnya. Dia seakan tak percaya pada nasib baiknya, seolah tangan Tuhan memberi kemurahan padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Akhirnya, dagangan tempenya diborong habis tanpa sisa. Dia begitu senang, bersyukur, dan bertambah yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya selama manusia itu sendiri tidak putus asa dan tetap berjuang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-1607707247632899474?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/1607707247632899474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/kekuatan-doa-dan-usaha.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1607707247632899474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1607707247632899474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/kekuatan-doa-dan-usaha.html' title='Kekuatan Doa dan Usaha'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-2331658351219918231</id><published>2009-12-29T19:21:00.001-08:00</published><updated>2009-12-29T19:21:59.462-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Nurani'/><title type='text'>Tulisan Si Anak</title><content type='html'>Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam. Ia menyerahkan selembar kertas yang baru selesai ditulisnya. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Setelah ibunya mengeringkan tangan dengan celemek, ia membacanya, dan inilah tulisan si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memotong rumput minggu ini  Rp. 7.500,-&lt;br /&gt;Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,-&lt;br /&gt;Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp. 10.000,-&lt;br /&gt;Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp. 15.000,-&lt;br /&gt;Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,-&lt;br /&gt;Untuk rapor yang bagus   Rp. 25.000,-&lt;br /&gt;Untuk membersihkan halaman  Rp. 12.500&lt;br /&gt;Jumlah utang    = Rp. 80.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Si ibu memandang anaknya yang berdiri di sebelahnya dengan tatapan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian, ia mengambil bolpen, membalikkan kertasnya, dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk 9 bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama : GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan selalu mendoakan kamu : GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk semua susah dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini : GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang : GRATIS.&lt;br /&gt;Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu : GRATIS.&lt;br /&gt;Dan, kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata, “Ma, aku sayang sekali pada Mama.”&lt;br /&gt; Dan, kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar-besar :&lt;br /&gt; LUNAS!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-2331658351219918231?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/2331658351219918231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/tulisan-si-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/2331658351219918231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/2331658351219918231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/tulisan-si-anak.html' title='Tulisan Si Anak'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-4137731655897134605</id><published>2009-12-29T19:18:00.001-08:00</published><updated>2009-12-29T19:20:36.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela Nurani'/><title type='text'>Memaknai Syukur</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Terkadang pemahaman kita tentang nikmat Tuhan terletak pada sesuatu yang bersifat materi belaka. Kita akan bersyukur saat perut yang lapar terisi oleh makanan hingga kenyang, saat kerja keras terbayar dengan setumpuk uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, atau saat kita sedang ditimpa musibah tiba-tiba ada bantuan yang datang untuk kita. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Namun, pernahkan kita mensyukuri nikmat Tuhan yang sangat besar namun tak pernah kita sadari kehadirannya? Hingga saat tertimpa suatu masalah maha pelik, kita seolah-olah menuduh Tuhan sudah tak sayang lagi pada kita dan merasa diri paling malang sedunia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hidup dan kehidupan adalah karunia terbesar Tuhan yang diberikan pada kita. Kita bernafas, kita memiliki nyawa, semua indera kita lengkap tanpa cacat suatu apapun, dan tubuh kita yang sehat adalah nikmat terbesar Tuhan yang diberikan pada kita. Sayang, sebagai manusia yang sering tak pandai bersyukur, kita selalu luput mensyukuri nikmat kehidupan itu. Bagi kita, semua nikmat hidup dan kehidupan itu adalah hal yang sudah sangat lazim dan sudah seharusnya kita terima sebagai manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pergantian tahun tinggal menunggu hitungan jam saja. Banyak rencana yang harus dibuat untuk menghadapi tahun 2010 mendatang. Seyogyanya, dari sekian rencana perubahan hidup itu, kita memasukkan agenda untuk “mengubah persepsi kita tentang nikmat” dalam daftar rencana hidup 2010 kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar, saat tertimpa suatu masalah, kita tidak dihinggapi virus “orang termalang” sedunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-4137731655897134605?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/4137731655897134605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/memaknai-syukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/4137731655897134605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/4137731655897134605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/memaknai-syukur.html' title='Memaknai Syukur'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7936796356686709268</id><published>2009-12-29T19:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T19:16:55.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fragmen Hidup'/><title type='text'>Infotainment Diharamkan?</title><content type='html'>Di koran Kompas edisi Senin, 28 Desember 2009 kemarin, ada sebuah artikel yang berjudul menarik. PBNU mengharamkan tayangan infotainment. Keputusan PBNU itu juga didukung oleh Departemen Agama. Di koran Kompas edisi Senin, 28 Desember 2009 kemarin, ada sebuah artikel yang berjudul menarik. PBNU mengharamkan tayangan infotainment. Keputusan PBNU itu juga didukung oleh Departemen Agama. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan sebuah kebijakan, apalagi keputusan. Sebab, sebagai sebuah organisasi agama, PBNU tidak memiliki kapasitas untuk membuat suatu public policy, alias kebijakan publik. Tataran kewenangan mereka masih mencakup saran saja, perlu legitimasi yang lebih kuat agar “pengharaman” itu dapat menjadi sebuah aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;Namun, terlepas dari pro dan kontra PBNU mengharamkan tayangan infotainment, ada yang menarik dari pernyataan ini. Bahwasanya, wacana “pengharaman” itu serta-merta mencuat setelah seorang artis papan atas kita terlibat kasus (dugaan) pelecehan kepada awak media infotainment.&lt;br /&gt;Aku tidak memihak sang artis besar atau para insan infotainment. Sebab, menurutku keduanya sama-sama salah. Wartawan infotainment sudah menyalahi ranah privacy sang artis, hingga membuat artis cantik itu jadi senewen dan tak mampu mengontrol emosinya dengan baik. Sementara, sang artis sendiri juga salah karena melontarkan pernyataan yang sangat kasar dan menyinggung perasaan.&lt;br /&gt;Anyway, aku tak akan membahas permasalahan mereka. Yang ingin aku kulik saat ini hanyalah tentang topik pengharaman infotainment. Karena, menurutku sebuah lembaga agama sebesar PBNU pasti tak akan sembarangan mengeluarkan pernyataan, apalagi telah didukung oleh Depag. So, pasti pernyataan ini akan semakin menyudutkan posisi wartawan infotainment.&lt;br /&gt;Menurut kompas.com, yang disebut jurnalisme adalah sebuah publikasi case yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Apabila individu / lembaga melakukan kesalahan dan mengakibatkan kerugian pada orang banyak, maka mutlak hukumnya untuk mempublikasikan berita itu. Tujuannya agar masyarakat dapat mengetahui bahwa tindakan tersebut adalah salah dan belajar dari kesalahan tersebut. Contohnya saja adalah kasus korupsi. Kasus korupsi harus diwartakan oleh seorang jurnalis karena korupsi sangat merugikan rakyat.&lt;br /&gt;Sementara, pada infotainment, ranah yang digeluti oleh para awak media ini justru kebanyakan mewartakan hal-hal yang kurang bermanfaat untuk masyarakat (aku tidak bilang tidak bermanfaat loh, ya. Karena, beberapa masyarakat memang perlu tahu tentang hal-hal itu, namun persentase mereka adalah sangat kecil). Coba saja, apa pentingnya kita mengetahui penyebab perceraian artis A, gaya pacaran apa yang sering dilakoni artis B, atau koleksi benda-benda imut apa yang dimiliki oleh artis C?&lt;br /&gt;Keingintahuan akan privacy orang tersebut tentu bisa membuat gerah artis yang bersangkutan. Apalagi, jika infotainment yang menguber-uber mereka itu cenderung hanya ingin mengorek keburukan atau aib seorang artis saja. Sahabat Hijau, penyebab perceraian adalah salah satu aib yang harus dijaga oleh semua orang. Bukannya diobral murah meriah gitu.&lt;br /&gt;Apalagi, kebanyakan tayangan infotainment itu bersifat gosip, alias makin digosok makin sip! Suatu kabar burung dilebih-lebihkan sedemikian rupa hingga seolah menjadi suatu fakta yang sangat meyakinkan. Gosip juga erat kaitannya dengan menggunjing orang lain. Padahal Sahabat Hijau, dalam Islam, menggunjingkan orang lain itu ibarat seseorang memakan bangkai saudaranya sendiri. Hii … amit-amit, deh!&lt;br /&gt;So, kalau dipikir-pikir, menonton tayangan infotainment memang lebih banyak mudharatnya ya, ketimbang manfaatnya. Waktu yang terbuang sia-sia di depan televisi bisa kita gunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan produktif. Apalagi kita generasi muda seharusnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk giat berkarya daripada leha-leha duduk di depan televisi menonton gosip.&lt;br /&gt;Anyway, pernyataan pengharaman infotainment adalah hak sebuah organisasi agama. Begitu juga kita, berhak untuk menolak atau menerima pernyataan tersebut. Jika tidak sreg dengan pengharaman infotainment, ya silakan terus menonton tayangan gosip-gosip itu. Namun, hendaknya kita memilih pilihan yang lebih banyak mendatangkan manfaat daripada mudharat (kerugian).&lt;br /&gt;Ini bukan sebuah kebijakan, apalagi keputusan. Sebab, sebagai sebuah organisasi agama, PBNU tidak memiliki kapasitas untuk membuat suatu public policy, alias kebijakan publik. Tataran kewenangan mereka masih mencakup saran saja, perlu legitimasi yang lebih kuat agar “pengharaman” itu dapat menjadi sebuah aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;Namun, terlepas dari pro dan kontra PBNU mengharamkan tayangan infotainment, ada yang menarik dari pernyataan ini. Bahwasanya, wacana “pengharaman” itu serta-merta mencuat setelah seorang artis papan atas kita terlibat kasus (dugaan) pelecehan kepada awak media infotainment.&lt;br /&gt;Aku tidak memihak sang artis besar atau para insan infotainment. Sebab, menurutku keduanya sama-sama salah. Wartawan infotainment sudah menyalahi ranah privacy sang artis, hingga membuat artis cantik itu jadi senewen dan tak mampu mengontrol emosinya dengan baik. Sementara, sang artis sendiri juga salah karena melontarkan pernyataan yang sangat kasar dan menyinggung perasaan.&lt;br /&gt;Anyway, aku tak akan membahas permasalahan mereka. Yang ingin aku kulik saat ini hanyalah tentang topik pengharaman infotainment. Karena, menurutku sebuah lembaga agama sebesar PBNU pasti tak akan sembarangan mengeluarkan pernyataan, apalagi telah didukung oleh Depag. So, pasti pernyataan ini akan semakin menyudutkan posisi wartawan infotainment.&lt;br /&gt;Menurut kompas.com, yang disebut jurnalisme adalah sebuah publikasi case yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Apabila individu / lembaga melakukan kesalahan dan mengakibatkan kerugian pada orang banyak, maka mutlak hukumnya untuk mempublikasikan berita itu. Tujuannya agar masyarakat dapat mengetahui bahwa tindakan tersebut adalah salah dan belajar dari kesalahan tersebut. Contohnya saja adalah kasus korupsi. Kasus korupsi harus diwartakan oleh seorang jurnalis karena korupsi sangat merugikan rakyat.&lt;br /&gt;Sementara, pada infotainment, ranah yang digeluti oleh para awak media ini justru kebanyakan mewartakan hal-hal yang kurang bermanfaat untuk masyarakat (aku tidak bilang tidak bermanfaat loh, ya. Karena, beberapa masyarakat memang perlu tahu tentang hal-hal itu, namun persentase mereka adalah sangat kecil). Coba saja, apa pentingnya kita mengetahui penyebab perceraian artis A, gaya pacaran apa yang sering dilakoni artis B, atau koleksi benda-benda imut apa yang dimiliki oleh artis C?&lt;br /&gt;Keingintahuan akan privacy orang tersebut tentu bisa membuat gerah artis yang bersangkutan. Apalagi, jika infotainment yang menguber-uber mereka itu cenderung hanya ingin mengorek keburukan atau aib seorang artis saja. Sahabat Hijau, penyebab perceraian adalah salah satu aib yang harus dijaga oleh semua orang. Bukannya diobral murah meriah gitu.&lt;br /&gt;Apalagi, kebanyakan tayangan infotainment itu bersifat gosip, alias makin digosok makin sip! Suatu kabar burung dilebih-lebihkan sedemikian rupa hingga seolah menjadi suatu fakta yang sangat meyakinkan. Gosip juga erat kaitannya dengan menggunjing orang lain. Padahal Sahabat Hijau, dalam Islam, menggunjingkan orang lain itu ibarat seseorang memakan bangkai saudaranya sendiri. Hii … amit-amit, deh!&lt;br /&gt;So, kalau dipikir-pikir, menonton tayangan infotainment memang lebih banyak mudharatnya ya, ketimbang manfaatnya. Waktu yang terbuang sia-sia di depan televisi bisa kita gunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan produktif. Apalagi kita generasi muda seharusnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk giat berkarya daripada leha-leha duduk di depan televisi menonton gosip.&lt;br /&gt;Anyway, pernyataan pengharaman infotainment adalah hak sebuah organisasi agama. Begitu juga kita, berhak untuk menolak atau menerima pernyataan tersebut. Jika tidak sreg dengan pengharaman infotainment, ya silakan terus menonton tayangan gosip-gosip itu. Namun, hendaknya kita memilih pilihan yang lebih banyak mendatangkan manfaat daripada mudharat (kerugian).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7936796356686709268?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7936796356686709268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/infotainment-diharamkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7936796356686709268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7936796356686709268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/infotainment-diharamkan.html' title='Infotainment Diharamkan?'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7712966227792839107</id><published>2009-12-29T19:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T19:08:46.440-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Fettucini Egg Rica</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Hai … hai … kemarin baru dapat resep masak&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;an Eropa da&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;ri majalah. Berhubung aku vegetarian, rese&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;pnya aku modifika&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;si dikit. Yang me&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;stinya pake ikan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; tuna atau daging&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; ayam, aku gan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;ti dengan orak-&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;arik telur (soalnya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;aku &lt;i&gt;lacto-ovo-veget&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;i&gt;arian&lt;/i&gt;, alias seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;vegetaris yang&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; masih mengonsums&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;i telur dan produk ol&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;ahan susu). Rasany&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;a … emm … yum&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;my! Akan kubagi&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; resepnya untuk par&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;a Sahabat Hijau. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzrD0Gd0JHI/AAAAAAAAACI/_8KXCxByUEw/s1600-h/2681759656_782929c9ba.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzrD0Gd0JHI/AAAAAAAAACI/_8KXCxByUEw/s320/2681759656_782929c9ba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420860401350091890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Bahan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;150 gram fettuccini yang sudah direbus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;2 butir telur ayam, buat orak-arik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;20 gram cabe merah kering, iris serong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;10 gram cabe rawit, iris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;20 gram bawang putih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;10 gram mentega&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;1 gram garam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;1 gram merica&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;10 gram keju parmesan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Cara :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Tumis bawang putih dengan mentega lalu masukkan irisan cabe rawit dan irisan cabe merah kering.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Setelah itu masukkan fettuccini yang sudah direbus dan orak-arik telur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Aduk hingga rata, kemudian bumbui dengan garam dan merica.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;Angkat fettuccini, letakkan di piring, lalu taburi atasnya dengan keju parmesan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7712966227792839107?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7712966227792839107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/fettucini-egg-rica.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7712966227792839107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7712966227792839107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/fettucini-egg-rica.html' title='Fettucini Egg Rica'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzrD0Gd0JHI/AAAAAAAAACI/_8KXCxByUEw/s72-c/2681759656_782929c9ba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-1667867224500100911</id><published>2009-12-29T18:59:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T19:02:57.866-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cantik Sehat'/><title type='text'>7 Isyarat Tubuh tentang Masa Depan (bagian 2)</title><content type='html'>Pada bagian pertama, aku sudah mem-posting tentang 7 isyarat tubuh tentang masa depan, yaitu : tinggi badan, ukuran bra, indera penciuman, golongan darah, panjang jari tangan, panjang tungkai, dan lipatan daun telinga. Tentu, para peneliti itu tidak melulu meneliti tentang faktor-faktor penyebab saja. Namun, mereka juga memperkenalkan solusi untuk ketujuh tanda-tanda tersebut. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Tinggi Badan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pencegahan bagi wanita bertinggi tubuh lebih dari 158 cm agar tak kehilangan mutasi gennya adalah dengan meniru kebiasaan  penganut Gereja Advent Hari Ketujuh California, yang kebanyakan berusia lebih dari seabad. Yaitu, tidak merokok, tidak minum minuman keras, dan tidak makan daging. Pokoknya hidup sangat sehatlah!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Ukuran Bra&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Bagi wanita pemilik ukuran cup bra D (or more), jangan khawatir. Masukkan latihan intensitas tinggi sebagai selingan dalam latihan fisik rutin. Dalam sebuah studi, orang dewasa yang berlatih lari cepat 30 detik enam kali sebagai selingan latihan sepeda (istirahat 4 menit di sela-selanya) meningkatkan kemampuan tubuh mereka dalam memetabolisasi gula darah hampir 25% setelah enam sesi latihan – cukup untuk mengurangi resiko diabetes mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Indera Penciuman&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Minumlah suplemen minyak ikan. Asam lemak omega-3 bisa meningkatkan daya tahan otak terhadap MPTP, sebuah senyawa toksik yang menyebabkan penyakit Parkinson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Golongan Darah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pemilik golongan darah A, AB, atau B yang rentan terkena kanker pankreas dapat meminum suplemen vitamin D. orang dewasa yang mengonsumsi 300 IU (international unit) suplemen vitamin D atau lebih setiap hari berarti mengurangi resiko kanker pankreas hingga 44%, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari 150 IU per hari dalam suatu studi di tahun 2006. Memperbanyak konsumsi produk susu rendah lemak dan ikan seperti salmon adalah cara terbaik mengasup vitamin D dari makanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Panjang Jari Tangan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Meski nyeleneh, ternyata wanita yang panjang jari telunjuknya lebih pendek ketimbang jari manisnya, dua kali lipat rentan terkena osteoarthritis di lutut. Pencegahannya yaitu, dengan memperkuat otot-otot di seputar lutut. Ketika duduk, luruskan setiap tungkai sejajar ke lantai 10 kali; tahan setiap repetisi selama 5-10 detik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Panjang Tungkai Kaki&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bagi wanita yang panjang tungkainya 20-29 inci (sekitar 58-80 cm), hindari toksin-toksin yang memaksa liver memprosesnya. Apabila jarang memproses toksin, tentu liver akan lebih sehat dan lebih awet. Kenakan masker dan sarung tangan ketika menggunakan cairan pembersih lantai atau melakukan pekerjaan yang melibatkan penggunaan bahan kimia kertas. Juga, hindari atau batasi seminimal mungkin konsumsi minuman keras beralkohol, seperti bir dan wine. Jadi, stop fast food dulu, ya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Lipatan Daun Telinga&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jaga jantung tetap sehat dengan cara berikut : kurangi berat badan dan kadar kolesterol serta tekanan darah anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(diambil dari Cantiq / 123 / 1 Desember 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-1667867224500100911?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/1667867224500100911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/7-isyarat-tubuh-tentang-masa-depan_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1667867224500100911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1667867224500100911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/7-isyarat-tubuh-tentang-masa-depan_29.html' title='7 Isyarat Tubuh tentang Masa Depan (bagian 2)'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-1881242347327048150</id><published>2009-12-29T18:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:59:07.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cantik Sehat'/><title type='text'>7 Isyarat Tubuh tentang Masa Depan (bagian 1)</title><content type='html'>Sahabat hijau, aku baru dapat artikel menarik, nih, dari sebuah tabloid kecantikan dan kesehatan. Sengaja aku posting biar Sahabat Hijau dapat turut membacanya.&lt;br /&gt; Percaya atau tidak, hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa ciri fisik dan kebiasaan khusus dalam tingkah laku seseorang bisa jadi peringatan dini untuk kondisi kesehatannya. Berikut ini beberapa ciri fisik dan kebiasaan khusus tersebut :&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tinggi Badan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;          Wanita yang tingginya lebih dari 158 cm, kemungkinan bisa kehilangan suatu mutasi gen yang membantu mereka mencapai usia 100 tahun. Demikian hasil studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Ukuran Bra&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         Bra dengan ukuran cup D bisa mengisyaratka resiko terkena diabetes di masa mendatang. Wanita yang mengenakan bra ukuran D atau lebih besar pada usia 20 tahun berpeluang 1,5 kali lebih besar mengalami diabetes ketimbang yang ukuran bra-nya A atau lebih kecil.&lt;br /&gt; Itu menurut para periset, karena jaringan lemak di payudara seorang wanita secara hormonal sensitif dan mempengaruhi resistansi insulin, yang bisa menyebabkan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Indera Penciuman&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         Orang dewasa usia pertengahan yang tidak bisa mengidentifikasi atau mengenali bau pisang, lemon, kayu manis, atau item lain punya kecenderungan lima kali lebih banyak untuk terkena penyakit Parkinson dalam empat tahun. Begitulah temuan dari sebuah studi 2008 yang dilaporkan di jurnal Annals of Neurology.&lt;br /&gt; Para periset studi tersebut percaya bahwa area otak yang bertanggungjawab atas fungsi indera penciuman adalah salah satu area otak yang lebih dulu terdampak oleh penyakit Parkinson, yakni antara 2 hingga 7 tahun sebelum didiagnosa punya penyakit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Golongan Darah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;          Orang dengan golongan darah A, B, atau AB punya peluang 44% lebih banyak untuk terkena kanker pankreas ketimbang yang bergolongan O. Demikian hasil studi dari Dana Farber Cancer Institute di Boston dan Harvard Medical School terhadap 107.503 orang dewasa. Itu mungkin mengindikasikan bahwa gen yang menentukan golongan darah juga bisa membawa suatu resiko genetis untuk kanker pankreas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Panjang Jari Tangan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;          Menurut studi 2008 yang dipublikasikan di jurnal Arthritis &amp;amp; Rheumatism, wanita yang telunjuknya lebih pendek ketimbang jari manisnya, dua kali lipat berpeluang untuk terkena osteoarthritis di lutut. Sebab, wanita dengan karakteristik yang kebanyakan dimiliki pria itu, cenderung punya kadar estrogen lebih rendah. Padahal, estrogen berperan dalam pencegahan osteoarthritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Panjang Tungkai&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         Jika tungkai Sahabat Hijau tergolong gemuk pendek, mungkin anda perlu lebih memperhatikan kesehatan liver. Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology and Community Health, sejumlah periset Inggris menemukan, wanita yang panjang tungkainya 20-29 inci (sekitar 58-80 cm) cenderung punya kadar yang lebih tinggi dalam empat enzim yang mengindikasikan penyakit liver.&lt;br /&gt; Faktor-faktor seperti nutrisi semasa kecil mungkin tidak hanya mempengaruhi pola pertumbuhan, tapi juga perkembangan liver hingga ke masa dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Lipatan Daun Telinga&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         Berbagai studi menunjukkan, kerut-kerut lurus pada salah satu atau kedua daun telinga bisa jadi pertanda punya kecenderungan terkena problem kardiovaskuler. Kendati tidak pasti, para pakar curiga berkurangnya serat-serat elastis daun telinga bisa menyebabkan terjadinya lipatan dan mengerasnya pembuluh-pembuluh arteri di daun telinga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-1881242347327048150?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/1881242347327048150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/7-isyarat-tubuh-tentang-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1881242347327048150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1881242347327048150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/7-isyarat-tubuh-tentang-masa-depan.html' title='7 Isyarat Tubuh tentang Masa Depan (bagian 1)'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-3193223763767763820</id><published>2009-12-29T18:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:50:49.887-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cantik Sehat'/><title type='text'>Tetap Cantik Saat Cuaca Panas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/Szq-chs-NdI/AAAAAAAAACA/t-GaNZB4XEQ/s1600-h/SmileWoman2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/Szq-chs-NdI/AAAAAAAAACA/t-GaNZB4XEQ/s320/SmileWoman2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420854498786424274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Beberapa bulan belakangan ini, cuaca ekstrem mulai melanda Indonesia. Banjir di beberapa daerah sementara daerah yang lain justru mengalami kekeringan parah, serta hawa panas yang meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Matahari dan cuaca panas tentu tidak bisa dihindari oleh para Sahabat Hijau yang tinggal di negeri tropis seperti Indonesia ini. Nah, agar tetap cantik menawan meski diterpa cuaca panas dan sengatan sinar matahari, ada beberapa tips yang mau aku bagi-bagi. &lt;i&gt;Cekidot&lt;/i&gt;:&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Gunakan tabir surya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;           Tabir surya adalah barang wajib pakai bila kita beraktivitas di luar rumah. Namun, mereka yang kulitnya berminyak banyak yang enggan menggunakannya, dengan alasan terasa lengket, berminyak, dan meninggalkan bekas putih di wajah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedang mereka yang kulitnya kering malas memakai tabir surya karena akan menyebabkan kulit terasa “berat”. Solusinya? Untuk kulit sangat berminyak, gunakan &lt;i&gt;lotion&lt;/i&gt; penyerap minyak sebelum menggunakan tabir surya. Sedang untuk kulit berminyak, pilih tabir surya yang &lt;i&gt;oil free&lt;/i&gt;, sehingga terasa ringan. Lebih baik lagi bila &lt;i&gt;waterproof&lt;/i&gt;, sehingga tidak luntur oleh keringat. Sementara, untuk kulit kering gunakan pelembab yang sekaligus mengandung tabir surya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tabir surya yang digunakan sebaiknya minimum ber-SPF 15. Juga, pastikan bahwa tabir surya tersebut bersifat &lt;i&gt;Broad Spectrum&lt;/i&gt;, yakni melindungi kulit dari sinar UVA (penyebab penuaan kulit), juga UVB (penyebab gelapnya kulit).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Pakai &lt;i&gt;facial spray &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C06%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;            Bagi mereka yang kulitnya kering, memakai &lt;i&gt;facial spray&lt;/i&gt; adalah cara tepat untuk terlihat segar saat cuaca panas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C07%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Pilih make up warna natural &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C08%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;           Gunakan riasan wajah dengan warna natural atau mendekati warna kulit, seperti &lt;i&gt;beige&lt;/i&gt; dan krem. Jika bosan dengan warna tersebut, pilih warna pastel agar segar, seperti pink lembut, biru ringan, hijau muda, ungu pucat, dan sebagainya. Alternatif lainnya adalah gunakan warna metalik yang pucat seperti emas atau perak di sudut mata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C09%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Hindari sering pakai bedak &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C10%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;           Untuk kulit berminyak, jangan terlalu sering menghilangkan minyak di wajah dengan membubuhkan bedak. Sebab, itu justru akan “membebani” kulit wajah sehingga membuat wajah akan terlihat seperti topeng. Serap saja minyak tersebut dengan tisu khusus penyerap minyak wajah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-3193223763767763820?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/3193223763767763820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/tetap-cantik-saat-cuaca-panas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3193223763767763820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/3193223763767763820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/tetap-cantik-saat-cuaca-panas.html' title='Tetap Cantik Saat Cuaca Panas'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/Szq-chs-NdI/AAAAAAAAACA/t-GaNZB4XEQ/s72-c/SmileWoman2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7606906589800542816</id><published>2009-12-26T16:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T16:59:02.613-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezo'/><title type='text'>Bobot, bibit, bebet</title><content type='html'>Dilema cewek kampung seusiaku adalah terus dicecar pertanyaan “Kapan kawin?”. Sebel banget kalo orang-orang terdekat yang udah lama nggak jumpa, sering jumpa, &amp; tak pernah jumpa always menanyakan pertanyaan itu-itu aja. Mo dijawab “Maybe yes, maybe no”, langsung dapet pelototan Emak, dituduh nggak sopan sama orang tua. Mo dijawab jujur juga bingung gimana harus jawabnya. Niat nggak jawab, eh, itu gerombolan penanya justru makin getol tanya-tanya yang ujung-ujungnya (sumpah!) bikin aku bete abis!&lt;br /&gt;Gimana nggak bete, coba? Jodoh di tangan Tuhan. Mosok kita mo mendahului kersane Gusti Allah? Bisa kualat aku nanti. Tuhan saja masih belum mengeluarkan ijin kawin, masak aku udah seenak udelku sendiri menentukan kapan aku akan nikah, kawin, punya anak, dan dapet cucu?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Paling sebel bin bete lagi, jika Emak udah bikin meeting singkat di sore hari dan malam hari, yang isinya memberikan nasehat gimana nanti aku harus calon suami yang baik dan benar untuk masa depanku kelak.&lt;br /&gt;Satu hal yang mem-bete-kan diriku adalah jika Emak udah menyinggung-nyinggung soal bibit, bobot, bebet. Keturunan, pekerjaan, dan kualitas diri harus sangat diperhitungkan dalam memilih jodoh. Oke, sih, aku setuju soal itu. Hanya orang gila yang dengan rela hati menerima lamaran seorang pemadat, pemaling, dan pepoligami. Please, deh!&lt;br /&gt;Hanya, aku sangat tidak setuju jika permasalahan bibit, bobot, dan bebet itu dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat materi. Misalnya, “Nduk, kamu harus suami yang anak orang kaya, pekerjaannya mapan, gajinya mampu bikin kamu hidup makmur sejahtera dan sentosa, dan perilakunya sangat baik.”&lt;br /&gt;Yaelah, Emak, di surga entar baru aku ketemu sama suami se-perfect itu (oops … sorry, Emak, jangan mengutuk aku jadi orang jelek, ya, kalo aku bete sama Emak).&lt;br /&gt;Permasalahannya sekarang adalah, materi memang sangat diperhitungkan dalam kehidupan duniawi kita. Mengalahkan kehidupan akherat kelak – padahal Nabi jelas-jelas mengatakan bahwa kita hidup di dunia ini hanya sekedar numpang minum air plus cari bekal sebanyak-banyaknya buat tabungan akherat nanti.&lt;br /&gt;Permasalahan materi ini juga merambah ranah perjodohan. Lihat saja, banyak orang tua yang menikahkan putra dan putrinya dengan seseorang yang berkecukupan dari segi materi atau berasal dari keluarga terpandang. Jarang dari orang tua-orang tua tersebut yang berniat mencarikan jodoh anaknya berdasarkan kebagusan akhlaknya dan keelokan agamanya. &lt;br /&gt;Aku setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa hidup di dunia itu butuh uang. Tapi, aku tidak setuju jika “butuh uang” itu diprioritaskan di tingkat atas hingga mengabaikan nilai-nilai keluhuran budi yang menjadi fitrah manusia. Bayangan para orang tua, jika anakku kelak menikah dengan orang yang kaya dan dari keluarga terpandang, hidup anakku kelak pasti akan bahagia.&lt;br /&gt;Padahal sodara-sodara, tak ada satu jaminan pun jika uang, harta, dan kedudukan bisa membuat kita bahagia. Banyak selebritis yang kawin cerai padahal dari segi materi mereka sangat berkecukupan. Bahkan, tak jarang kita temui orang-orang yang berduit justru sangat rajin selingkuh.&lt;br /&gt;Beda dengan pasangan suami-istri yang hidup sederhana. Mereka adalah orang-orang yang pandai bersyukur dan nyatanya, kehidupan perkawinan mereka justru langgeng hingga kakek-nenek.&lt;br /&gt;Bobot, bibit, bebet adalah hal yang sangat kubenci dari kultural Jawa kita. Padahal, Islam jelas-jelas sudah menyuruh umatnya untuk mencari pasangan hidup yang paling bagus akhlaknya, bukan yang paling kaya atau yang paling cantik.&lt;br /&gt;Selama kita mau berusaha dan bekerja keras, rejeki pasti akan datang dengan sendirinya. Jadi, persoalan bobot, bibit, bebet sebagai tolok ukur kebahagiaan seseorang adalah hal yang sangat menggelikan sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7606906589800542816?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7606906589800542816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/bobot-bibit-bebet.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7606906589800542816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7606906589800542816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/bobot-bibit-bebet.html' title='Bobot, bibit, bebet'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-5439202269162157421</id><published>2009-12-25T15:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:59:05.135-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezo'/><title type='text'>Moral Hilang</title><content type='html'>Pak Bijak dan Bu Santun bingung. Sudah seminggu ini, Moral, anak semata wayangnya berubah sikap secara misterius. Moral yang semula riang dan ceria tiba-tiba murung dan pendiam. Celoteh-celotehnya menghilang diganti kesunyian yang pekat. Nafsu makannya menurun drastis dan semangatnya untuk bersekolah sudah mulai meluntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Moral yang memprihatinkan membuat Bu Santun bersedih. Dengan seijin Pak Bijak, ia membawa Moral ke seorang dokter. Tidak tanggung-tanggung, dokter yang mereka tuju adalah dokter terbaik di Bumi Rempah ini. Biaya jasanya sungguh mahal. Namun, uang tak menjadi soal bagi Bu Santun asalkan anaknya Moral kembali sehat dan ceria seperti sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadilah di sore hari yang panas itu mereka bertiga pergi mengunjungi tempat praktek Dokter Budiman. Di depan pintu gerbang mereka terbengong-bengong. Tempat praktek Dokter Budiman sungguh megah luar biasa. Pintu-pintunya terbuat dari baja kualitas terbaik yang dilapis perak, kaca-kacanya anti peluru dan berwarna sangat gelap, tak seorang pun bisa menengok ke dalamnya meski penerangan di dalam ruang praktek sangat terang, lantainya dari keramik yang sangat mengkilap hingga Bu Santun bisa mengaca di atasnya, sofa-sofa empuk berjajar rapi di ruang tunggu, beberapa wanita cantik berseragam merah marun tampak berseliweran mengantarkan pasien masuk ke ruang dokter atau sekedar mengantarkan makanan dan minuman yang dipesan oleh keluarga pasien. Di lobi sederet resepsionis cantik menyambut kedatangan calon pasien dengan ramah dan penuh senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas meja lobi terdapat papan kecil bertuliskan “ORANG MISKIN DILARANG MASUK!”. Moral terhenyak membaca papan pengumuman itu, dan semakin terhenyak melihat orang-orang sakit yang duduk manis di sofa ruang tunggu. Tangan mungilnya mencengkeram erat lengan baju ibunya saat kedua orang tuanya membawanya mendaftar di resepsionis. Bibir kecilnya bergetar dan memucat mendengar erangan-erangan kesakitan dari calon “teman-teman” barunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat pagi, Ibu, Bapak, ada yang bisa dibantu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Mbak. Ini anak saya sakit. Sudah seminggu ini dia tak nafsu makan dan kerjaannya mengurung diri terus di kamar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mohon maaf, Bapak. Bisa anda memperlihatkan kartu jaminan sosialnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Bijak dengan cepat membuka dompet dan mengeluarkan selembar kartu plastik dengan barcode di atasnya. Resepsionis dengan cekatan men-scan barcode dan mengetik di komputer. Setelah memeriksa data diri keluarga Pak Bijak, resepsionis itu dengan ramah mengembalikan kartu jaminan sosial Pak Bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mohon maaf, Bapak. Menurut data di komputer rekening anda tidak mencukupi untuk melakukan pembayaran perawatan di Dokter Budiman. Jika Bapak mau, saya akan merekomendasikan nama-nama dokter bertarif murah yang bisa bapak datangi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi saya ingin Dokter Budiman yang mengobati anak saya, Mbak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, mohon Bapak menunjukkan sumber dana yang lain. Agar kami bisa memproses perawatan anak Bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Bijak termangu mendengar ucapan resepsionis. Ia berpandangan cukup lama dengan Bu Santun sebelum membuka tas kecil yang sedari tadi dikepitnya di bawah ketiak. Dibukanya tas kumal hasil hadiah peringatan tujuh belas Agustusan di kampungnya dan menunjukkan isinya pada resepsionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya hanya punya ini, Mbak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemari lentik resepsionis dengan cepat menghitung lembaran uang di dalam tas. Wajahnya masih tersenyum saat mengambil segepok uang dari dalam tas dan memasukkannya ke laci kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan, Bapak. Ini nomor urutnya. Dan ini kuitansi yang harus Bapak tandatangani.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral melirik kertas putih yang dipegang bapaknya. Meski masih kecil, tapi ia sudah paham membaca angka. Deretan tujuh angka yang tertera di kertas putih itu membuatnya mual. Serta-merta ia membungkuk dan memuntahkan isi perutnya yang kebanyakan hanya berupa air itu. Bu Santun dengan terkejut buru-buru membersihkan bekas muntahan anaknya. Sementara resepsionis hanya tersenyum simpul tanpa menggerakkan tangan dan tubuhnya untuk membantu Bu Santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan uang sewa rumah kita, Pak? Mbak yang tadi sudah mengambil seluruh uang kita. Padahal di sana juga ada uang untuk bayar sewa rumah dan biaya sekolah Moral.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah, Bu. Uangnya kita cari lagi nanti. Yang penting Moral sembuh dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untung anak kita bisa ditangani Dokter Budiman, ya, Pak? Aku ndak mau dokter lain yang mengobati anak kita. Harus Dokter Budiman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya … iya … semoga saja Moral bisa sembuh setelah diobati Dokter Budiman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nuwun sewu, Pak? Panjenengan pikantuk nomer antrian pinten nggih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, saya dapat nomor 102, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, Pak. Rencang kula niki sampun badhe semaput. Awake wes lemes sanget, Pak …?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Bijak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inggih, Pak Bijak. Dados pripun menawi kula lintu nomer kaliyan panjenengan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Bijak melirik nomor antrean yang dipegang laki-laki tua di sebelahnya. 156. Cukup jauh dari nomornya. Melihat wajah ragu Pak Bijak, laki-laki tua itu mengeluarkan dompetnya dan memberikan seluruh lembar uang merah yang ada di dalamnya pada Pak Bijak. Pak Bijak terkejut dengan tindakan laki-laki tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menika nopo, Pak?” Pak Bijak mengembalikan lembaran-lembaran uang itu pada laki-laki di sampingnya. Tapi dia menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampun, Pak. Niku damel lintu nomer.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampun, boten menopo-menopo. Kula ikhlas, kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah, Pak. Diterima saja. Uang itu bisa buat bayar sewa rumah dan sekolah Moral. Sepertinya Moral juga masih bisa tahan, kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya nomor 102 itu berganti jadi 156. Bu Santun segera menghitung uang yang baru saja diperolehnya sementara Pak Bijak termangu menatap kepergian laki-laki tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada enam belas lembar, Pak. Wah, masih ada sisa untuk beli makanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Bijak menatap wajah sumringah Bu Santun, lalu berganti menatap wajah pucat Moral. Batinnya bertanya-tanya namun tak mampu ia menjelaskan pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Moral? Ibu di sini, Nak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Moral ndak mau dirawat sama Dokter Budiman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, kenapa, Nak? Dokter Budiman dokter yang baik, loh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ndak … ndak …Kata Putri, Dokter Budiman itu jahat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Putri yang teman satu sekolahmu itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Bapak. Putri bilang, Dokter Budiman kena sakit pedofilia. Setelah dirawat Dokter Budiman, Putri justru makin sakit, Bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, Pak? Mosok dokter iso lara? Pedofilia iku lara opo to, Pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, aku yo ora ngerti, Bu. Tapi namanya bagus, yo? Pedofilia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyo, Pak, bagus. Pasti penyakitnya keren itu. Lah wong namanya juga keren.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya Moral ndak mau dirawat sama Dokter Budiman!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu harus, Nak! Berobat di sini itu mahal. Apa kamu tak kasihan sama Bapakmu yang sudah keluar uang banyak untuk kamu berobat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita cari dokter lain saja, ya, Bu? Moral takut sama Dokter Budiman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, Nak, kamu itu lucu. Mosok belum kenal Dokter Budiman sudah takut duluan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya Moral ndak mau dirawat sama Dokter Budiman!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Moral bin Bijak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, itu, Nak, namamu sudah dipanggil. Ayo, cepat masuk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ndak mau! Pokonya ndak mau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu itu, kok, ya keras kepala? Sudah, ayo cepat masuk! Ditunggu orang banyak ini, loh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ndak mauuuuu ….. !!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Moral, ayo masuk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuat tenaga Bu Santun menarik tangan Moral yang erat-erat memegang tepian tembok. Pak Bijak juga turut memaksa. Mendapat perlawanan dari dua orang dewasa, tangan kecil Moral akhirnya terlepas juga. Ia terus meronta-ronta dan menangis. Raungan tangisnya memecah kesunyian ruang tunggu itu. Semua mata menoleh melihat seorang anak kecil yang menangis keras di antara ibu bapaknya. Mereka hanya menoleh untuk sesaat kemudian kembali pada kesibukannya masing-masing. Tak mempedulikan tangisan mengiba Moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat sore, Moral? Wah, nama yang bagus, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat sore, Dokter Budiman. Ini anak saya, Moral. Tolong diperiksa, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, ayo Moral, ikut Om Dokter ke belakang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, periksanya tidak di sini, Dokter?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Pak. Anak kecil mendapat ruang periksa khusus. Ini untuk mengurangi ketakutan dan rasa sakit si kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Budiman membawa Moral ke belakang. Pak Bijak dengan hati was-was menatap pintu kayu jati yang tertutup di hadapannya. Sementara Bu Santun melihat-lihat koleksi obat yang terpajang rapi di rak kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh menit kemudian Dokter Budiman keluar sambil menggandeng Moral. Raungan anak kecil itu sudah hilang, berganti dengan isak satu-dua. Langkah kaki kecil Moral terlihat aneh. Wajah Dokter Budiman tersenyum puas. Pak Bijak mengerutkan dahi cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, Pak, ini obat yang harus dibeli. Silahkan …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DOKTER BUDIMAN JAHAT!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral tiba-tiba berteriak kencang. Mata kecilnya nanar menatap wajah sang dokter. Pak Bijak terkejut. Ia melihat wajah lugu anaknya dan terperanjat kaget. Tanpa mampu menggerakkan tubuh, ia membiarkan putra semata wayangnya berlari keluar ruang praktek. Ia membiarkan istrinya mengejar buah hati mereka. Sampai beberapa menit kemudian, Bu Santun kembali dengan napas ngos-ngosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Bijak, Moral menghilang ….”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-5439202269162157421?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/5439202269162157421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/moral-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5439202269162157421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5439202269162157421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/moral-hilang.html' title='Moral Hilang'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-702131346683222868</id><published>2009-12-25T15:43:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:55:42.225-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fragmen Hidup'/><title type='text'>Menjelang Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVQ9x4A0CI/AAAAAAAAAB4/Gobn-16hC3U/s1600-h/newyear1.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVQ9x4A0CI/AAAAAAAAAB4/Gobn-16hC3U/s320/newyear1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419326748900773922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini.”&lt;br /&gt; Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik dalam desahan napas seorang manusia harus selalu bermakna perubahan. Perubahan yang lebih baik, dan lebih baik lagi. Tak harus dengan momen tahun baru memang, yang jatuh kurang dari 2 minggu lagi, namun setiap saat. Hanya saja, seringkali kita butuh momen untuk me-review kembali langkah yang telah kita ambil. So, datangnya tahun baru 2010 ini it’s okay kok, buat ancang-ancang melakukan perubahan, apalagi yang jangka panjang. Apa saja, sih?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IBADAH&lt;br /&gt; Saatnya untuk memperbanyak amal shalih dan ketaatan. Berhubung aku muslim, kita bahas dari sudut pandang Islam saja, ya? Untuk kepercayaan yang lain, silakan menyesuaikan dengan ajaran masing-masing. &lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/smile.gif"&gt; &lt;br /&gt; Menurut Dr. Muhammad Na’im Yasin dalam buku Iman dan Hal-hal yang Membatalkan, keimanan harus mencakup dua faktor asasi. Pertama, pengakuan secara ilmu pengetahuan dan membenarkannya. Kedua, pengakuan secara amaliyah dengan menaati apa yang telah diketahui dan diyakini. Umat Islam dalam sejarahnya adalah tentara penunggang kuda di siang hari dan rahib yang khusyuk ibadah di malam hari, alias rajin bekerja di siang hari dan rajin beribadah di malam hari. Untuk itu :&lt;br /&gt;• Tingkatkan kualitas ibadah wajib kita, misalnya dengan shalat tepat waktu, shalat berjamaah (karena nilainya lebih besar dibanding sendiri).&lt;br /&gt;• Perbanyak ibadah sunnah untuk menambah ibadah wajib kita.&lt;br /&gt;• Buat target-target ibadah dan lembar kontrol. Misalnya, sehari tilawah Al-Quran minimal setengah juz, shalat lail minimal seminggu sekali, puasa sunnah (Senin-Kamis, Daud, dsb.) minimal sebulan dua kali, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMIKIRAN DAN KETERAMPILAN&lt;br /&gt; Saatnya untuk meningkatkan kadar pengetahuan secara integral, baik pengetahuan keislaman maupun pengetahuan umum. Juga keterampilan penunjang. Buat rencana, misalnya :&lt;br /&gt;• Dalam sebulan harus baca minimal tiga buku. Bukan komik loh, ya! Tapi, buku-buku yang menambah wawasan dari penulis-penulis atau tokoh yang mumpuni di bidangnya. Nggak punya anggaran beli buku? Ke perpustakaan atau nebeng teman sangat disunnahkan.&lt;br /&gt;• Ikutan kursus yang membangun diri. Semisal, ikut kursus bahasa Inggris, komputer, bahasa internasional lainnya (buat yang udah mahir bahasa Inggris), kursus otomotif (lumayan, daripada nganggur nggak karuan juntrungnya, buka bengkel menghasilkan uang), kursus memasak, public relationship, dll. Cari deh, info sebanyak-banyaknya. Jangan keburu down dengan mahalnya harga kursus yang akan kita ikuti. Kreatif saja mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKAP DAN TINGKAH LAKU&lt;br /&gt; Masih suka ngaret, nggak disiplin, selalu ngegosip, emosi? Ehm … ubah yuk, perlahan-lahan. Misalnya dengan :&lt;br /&gt;• Buat program iqob (denda) bila kamu nggak bisa menahan emosi alias marah (yang tidak pada tempatnya), atau melanggar janji. Sekali kamu ngaret janjian sama teman, misalnya, kamu harus menyimpan uang sakumu seribu rupiah untuk diinfakkan.&lt;br /&gt;• Minta teman untuk mengingatkan bila ada tingkah laku kamu yang nggak beres. Contohnya, ngegosip. Ketahuan ikutan, kamu harus baca satu buku dalam dua hari misalnya.&lt;br /&gt;Iqob memang tidak akan menyelesaikan masalah, apalagi kalau kita jadi keenakan dan menggampangkan. Melanggar salah sedikit, bisa digampangkan dengan membayar iqob. Tapi, untuk tindakan preventif bisa juga diterapkan. Paling nggak, ada sanksi, sehingga untuk melakukan sesuatu (yang kurang baik), kita akan mikir-mikir dulu. Apalagi kalau iqob-nya gede.&lt;br /&gt;Pengalaman pribadiku, sih, denda uang lebih manjur. Siapa dari kita yang mau tekor tiap bulan gara-gara uang saku cuma habis buat iqob? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITA-CITA&lt;br /&gt; Tiga hal di atas hanya contoh saja, yang tak kalah penting adalah untuk selalu memancang cita-cita, karena cita-cita akan memberi kita kerangka berpikir apa yang diinginkan dan ke mana akan melangkah. Cita-cita ini tentu saja harus sejalan dengan visi dan misi kita sebagai seorang muslim yakni hamba Allah yang senantiasa mempersembahkan diri bagi kejayaan Islam. &lt;br /&gt; Soal cita-cita, aku paling suka novel Sang Pemimpi tulisan Andrea Hirata. Sang Pemimpi mengajarkan kita untuk tidak takut bermimpi, semustahil apapun mimpi itu (kecuali menghidupkan orang mati loh, ya!). Dari seorang anak kampung yang super udik, mereka menjelma jadi manusia penuh dedikasi yang mampu sekolah ke luar negeri dengan biaya sendiri. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Alternatif&lt;br /&gt; Friends, biasanya setiap tahun baru kita pasti melakukan sesuatu yang sifatnya hura-hura. Tiup terompet, party ini-itu, kongkow-kongkow gak karuan, ngobrol ngalor-ngidul, muter-muter kota ngabisin duit dan bensin. Kebayang nggak sih, friends, kalau acara-acara yang selalu kita lakukan tiap awal tahun baru itu sebenarnya lebih banyak mudharatnya (kerugiannya) ketimbang manfaatnya?&lt;br /&gt; Di zaman resesi ekonomi seperti ini, akan lebih arif jika kita merayakan tahun baru dengan acara yang lebih bermutu ketimbang sekedar hura-hura konvensional seperti itu. Bagi teman-temanku yang masih menggantungkan kehidupan pada orang tua (alias masih nodong duit orang tua), akan lebih bijak jika melakukan kegiatan tahun baru dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Misalnya, sholat malam atau silaturahmi dengan teman lama sambil diskusi seru. Asal topik diskusinya jangan ngegosip orang, ya?&lt;br /&gt; Bagi teman-temanku yang sudah memiliki pekerjaan sendiri dan dianugerahi rezeki lebih oleh Allah, daripada mengikuti dan mengadakan party seru, lebih arif jika dana tersebut dialokasikan untuk berpesta dengan para anak yatim dan piatu. Doa mereka akan lebih makbul ketimbang doa teman-teman kita yang sudah terlalu sering menghadiri pesta-pesta hura-hura macam itu. &lt;br /&gt; Semuanya kembali pada teman-teman. Awal tahun baru adalah permulaan langkah kita menapaki 12 bulan ke depan. Jika di awal langkah sudah salah, bukan tidak mungkin langkah-langkah selanjutnya lebih salah lagi.&lt;br /&gt; Oke, siap bertahun baru, lebih semangat memperbarui diri!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-702131346683222868?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/702131346683222868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/menjelang-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/702131346683222868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/702131346683222868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/menjelang-tahun-baru.html' title='Menjelang Tahun Baru'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVQ9x4A0CI/AAAAAAAAAB4/Gobn-16hC3U/s72-c/newyear1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-203992058946492491</id><published>2009-12-25T15:40:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:43:09.619-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cantik Sehat'/><title type='text'>Merawat Batik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVN9YoP-8I/AAAAAAAAABw/yxBLaHOspSU/s1600-h/IMG_3085.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVN9YoP-8I/AAAAAAAAABw/yxBLaHOspSU/s320/IMG_3085.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419323443588889538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Friends, bangga dong, ya, dengan salah satu warisan budaya bangsa kita yang akhirnya diakui oleh dunia internasional? Yup! Bener banget! Batik adalah salah satu warisan budaya yang bisa bertahan sampai era modern sekarang ini. Dari zaman baheula sampai globalisasi merajalela, batik memang nggak ada matinya.&lt;br /&gt; Batik juga sangat dinamis. Dia selalu mengikuti perkembangan zaman namun tetap mempertahankan karakter aslinya. Itulah kehebatan batik. Mulai dari motif sampai desain fashion-nya terus berkembang penuh inovasi dan kreativitas. Bahkan, batik bisa di-combine dengan beraneka busana khas beberapa negara, loh. Tengok saja Jepang yang berhasil “mengawinkan” batik dan kimono hingga menjadi sebuah busana yang sangat cantik, feminin, dan berkelas.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; So, untuk mempertahankan kecantikan batik agar tak usang bin kusam termakan waktu, perlu pintar-pintar memilih cara merawatnya, nih. Ini karena kain batik memang berbeda dengan kain biasa. Karena itu, perawatan khusus mutlak diperlukan, apalagi untuk kain batik tulis. Perawatan khusus itu diperlukan agar kain tidak mudah robek dan warnanya tidak mudah pudar. &lt;br /&gt; Berikut ini tips merawat batik agar tidak cepat rusak :&lt;br /&gt;• Hindari mencuci batik menggunakan sabun deterjen. Sebaiknya cuci batik menggunakan sabun khusus yang dijual di toko-toko batik. Bila tidak ada, pakailah sampo rambut untuk mencucinya. Caranya, larutkan dulu sampo hingga tidak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu, celupkan kain batik ke dalam larutan tersebut.&lt;br /&gt;• Jangan memeras kain batik sebelum menjemurnya. Sebaiknya, tarik secara perlahan bagian tepi kain supaya serat kain kembali seperti semula.&lt;br /&gt;• Jangan mencuci batik menggunakan mesin cuci, apalagi menggosoknya dengan sikat. Sebab, cara seperti itu akan membuat kain batik cepat rusak.&lt;br /&gt;• Jangan menjemur kain batik di bawah sinar matahari langsung. Jemur kain batik di tempat teduh, atau bila perlu hanya diangin-anginkan saja.&lt;br /&gt;• Jangan menyetrika kain batik secara langsung. Tapi, sebaiknya alasi dengan kain lain.&lt;br /&gt;• Saat menyimpannya di lemari, jangan menggunakan pewangi seperti kapur barus. Tapi, gunakan akar-akaran (akar wangi).&lt;br /&gt;Nah friends, mudah bukan cara merawat batik? Memang sih, butuh ketelatenan untuk melakukannya. Tapi, demi mempertahankan kecantikan batik yang tidak ada duanya, perawatan khusus yang dilakukan setimpal dengan hasilnya, kok. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-203992058946492491?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/203992058946492491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/merawat-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/203992058946492491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/203992058946492491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/merawat-batik.html' title='Merawat Batik'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVN9YoP-8I/AAAAAAAAABw/yxBLaHOspSU/s72-c/IMG_3085.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-2609147165777255400</id><published>2009-12-25T15:34:00.001-08:00</published><updated>2009-12-25T15:34:53.004-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save Our Earth'/><title type='text'>Green for Your Gadget</title><content type='html'>• Gadget lama kita rusak? Kalau bisa, beli gadget second saja.&lt;br /&gt;• Gunakan gadget selama mungkin.&lt;br /&gt;• Gunakan fitur gadget semaksimal mungkin. Contohnya ponsel, jangan dipakai buat buat telepon atau sms aja, aktifkan juga fungsinya sebagai radio, personal assistant sampai untuk berinternet. Kita jadi nggak perlu membeli gadget lain yang memiliki fungsi tadi, deh!&lt;br /&gt;• Pilih laptop daripada personal computer. Karena, laptop menggunakan lebih sedikit energi ketimbang PC. Kalau belum bisa pilih laptop, gunakan LCD monitor untuk PC kita karena lebih hemat energi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-2609147165777255400?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/2609147165777255400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/green-for-your-gadget.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/2609147165777255400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/2609147165777255400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/green-for-your-gadget.html' title='Green for Your Gadget'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-6609848172939341946</id><published>2009-12-25T15:33:00.001-08:00</published><updated>2009-12-25T15:33:54.241-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save Our Earth'/><title type='text'>Be A Green Person</title><content type='html'>Sebenarnya, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuat bumi kita makin hijau dan sehat. Caranya sangat simpel, sederhana, dan sangat bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ini beberapa tipsnya (kalau mau nambahin, boleh banget, tuh!) :&lt;br /&gt;• Makan masakan yang diolah sendiri lebih ramah lingkungan ketimbang membeli makanan dari luar. Selain itu, juga lebih hemat dan higienis.&lt;br /&gt;• Menikmati makanan yang diolah dengan dengan bumbu alami – seperti cabai, bawang, dan merica – lebih ramah lingkungan ketimbang makanan yang diolah dengan bumbu cepat saji, apalagi yang kaya “MSG”, tuh! Survey membuktikan, bahwa “MSG” alias monosodium glutamate adalah penyebab terbesar obesitas, hipertensi, penyakit jantung, dan iritasi usus. &lt;br /&gt;• Teliti sebelum membeli. Sebisa mungkin kita harus membeli membeli bahan makanan segar. Namun, jika terpaksa membeli makanan kemasan, ini cara untuk lebih “hijau”. Baca komposisi yang tercantum pada kemasan makanan. Makin sedikit komposisi makanan, makin “hijau”, tuh! Pilih kemasan yang paling minim dan pilih produk kemasan yang diproduksi lokal.&lt;br /&gt;• Gunakan bahan makanan organik yang lebih ramah lingkungan. Namun, jangan sedih dulu jika belum sanggup membeli buah atau sayuran organik. Kita masih bisa, kok, bergaya hidup “hijau” dengan memilih buah dan sayur dengan lebih sedikit pestisida, seperti alpukat, nanas, mangga, kiwi, pisang dan pepaya, jagung muda, kubis, dan brokoli. Lawan dari buah rendah pestisida tersebut adalah apel, anggur dan pir. Semua itu adalah jenis buah boros pestisida, begitu pun sayuran selada, bayam, dan wortel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-6609848172939341946?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/6609848172939341946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/be-green-person.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6609848172939341946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6609848172939341946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/be-green-person.html' title='Be A Green Person'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-5272067281963719961</id><published>2009-12-25T15:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:33:04.944-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save Our Earth'/><title type='text'>Jangan, deh!</title><content type='html'>Bukan cuma pas Hari Bumi doang, kita melakukan tindakan hijau. Hari ini juga, cobalah untuk :&lt;br /&gt;• Tidak duduk di depan komputer seharian. Ambil waktu satu atau dua jam untuk menghirup udara segar.&lt;br /&gt;• Jangan pergi belanja dengan daftar belanja (buat para cewek nih, khususnya!). Menurut survey di Amerika, orang menghabiskan rata-rata 30% dari pengeluaran bulanan rutin untuk membeli produk yang tidak dikonsumsi. Merencanakan produk apa saja yang perlu dibeli akan membuat kita lebih hemat.&lt;br /&gt;• Menempel daftar isi kulkas agar kita lebih tahu apa saja yang masih kita punya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-5272067281963719961?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/5272067281963719961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/jangan-deh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5272067281963719961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5272067281963719961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/jangan-deh.html' title='Jangan, deh!'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7985684357310745943</id><published>2009-12-25T15:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:31:52.792-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save Our Earth'/><title type='text'>Goldenhar Syndrome</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVLYN8UHPI/AAAAAAAAABo/n0d9CP0_I5s/s1600-h/gozdowskiafter1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVLYN8UHPI/AAAAAAAAABo/n0d9CP0_I5s/s320/gozdowskiafter1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419320606041840882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di lingkungan perkotaan yang sarat dengan polusi menciptakan hidup tidak sehat. Namun, tidak banyak orang yang mempedulikan kondisi tersebut. Akibatnya fatal. Selain kematian, kondisi itu dapat mengakibatkan cacat fisik. Seperti yang dialami oleh keluarga Mochammad Achiyat (Jawa Pos/Rabu/12Agustus 2009).&lt;br /&gt; Ayah empat anak itu mengalami keracunan timbal yang bersumber dari polutan gas. Tidak heran, Achiyat adalah pengusaha bengkel. Pemilik Bengkel Mobil Arek Suroboyo (BMAS) itu sehari-hari bergelut dengan otomotif.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Dampak keracunan timbal tersebut tidak tampak sebagai gangguan di tubuh Achiyat. Justru, putra bungsunya yang paling merasakan dampak buruk timbal. Putra keempatnya, Achmad Cholilul Rohman, terlahir cacat di bagian wajah. Dia mengalami goldenhar syndrome.&lt;br /&gt; Aak – sapaan akrab Achmad Cholilul Rohman – terlahir dengan dahi kecil. Dia juga tidak memiliki langit-langit mulut. Selain itu, posisi dan bentuk kedua telinganya tidak normal. Bahkan, salah satu telinganya tertutup, “Jadi, fungsi pendengarannya tidak maksimal,” papar Achiyat.&lt;br /&gt; Terlahir tanpa langit-langit mulut, Aak tentu tidak bisa makan sebagaimana anak lainnya. Karena itu, jalan makan bocah kelahiran 25 Januari 2005 itu harus melalui sonde, semacam selang yang langsung terhubung ke lambung. Makanan dan susu disalurkan  lewat sonde itu setiap jam. Agar tetap higienis, Achiyat mengganti selang setiap minggu. &lt;br /&gt; Friends, cerita di atas adalah cerita nyata yang disadur dari Jawa Pos edisi Rabu, 12 Agustus 2009. Ternyata, banyak kerugian yang disebabkan oleh polutan ketimbang kebaikannya, ya? &lt;br /&gt; Goldenhar Syndrome dikenal juga dengan nama oculo-auriculo-vertebral (OAV) syndrome, atau oculoauricular dysplasia adalah kelainan bawaan yang sangat jarang terjadi. Orang pertama yang menemukan penyakit ini adalah Maurice Goldenhar (tahu kan, sekarang, darimana nama Goldenhar Syndrome muncul? ) di tahun 1952. Penyebabnya penyakit ini banyak, mulai genetik hingga racun tertentu yang ada di lingkungan. Tandanya adalah perkembangan telinga, hidung, langit-langit mulut lunak, bibir dan rahang bawah tidak sempurna, dan umumnya terjadi pada satu sisi wajah (sumber : The National Craniofacial Association).&lt;br /&gt; Nah, kasus yang terjadi pada putra bungsu Mochammad Achiyat di atas disebabkan karena racun timbal dari produksi gas buang yang dihirup Mochammad Achiyat sepanjang hidupnya. Masya Allah, dampak racun timbal sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Tentang Timbal&lt;br /&gt; Timbal dikenal sebagai logam berat. Beberapa jenis bahan bakar minyak, mainan, dan cat mengandung timbal. Prof. Dr. dr Hernomo O. Kusumobroto SpKD-KGEH, spesialis penyakit dalam RSUD dr. Soetomo Surabaya mengatakan, keracunan timbal bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak.&lt;br /&gt; Pria bergulat dengan otomotif, anak-anak bermain dan suka memasukkan aneka bahan ke mulutnya. Penyebaran timbal melalui udara dan masuk ke tubuh manusia dengan cara dihirup. Sifat timbal adalah menumpuk dalam darah. Timbal juga diendapkan dalam sumsum tulang. Akibatnya, produksi Hb (hemoglobin) terganggu.&lt;br /&gt; Pada orang dewasa, kondisi ini berdampak pada penyakit ginjal kronis, pikun, hingga kejang-kejang. Timbal juga mengganggu organ reproduksi sehingga beresiko anak lahir cacat. Pada anak, kebanyakan berdampak pada kerusakan otak.&lt;br /&gt; Nah, buat para cowok, ternyata timbal sangat mempengaruhi kualitas sperma, loh. Karena, setelah racun timbal, kualitas sperma seorang pria bisa menurun, terutama pada gerakan dan bentuknya. Sebelum menjadi sperma matang, bentuk awalnya adalah bulat. Nah, bila terkena racun timbal, ada gangguan pada proses pematangan sperma. Gerakan sperma jadi tak segesit yang normal. Bentuknya tak lengkap.&lt;br /&gt; Kabar baiknya, meski kualitasnya jelek, bukan berarti DNA sperma pasti rusak. Masih ada kemungkinan  DNA sperma tetap baik. Sebab, menurut Prof. Dr. dr Hernomo O. Kusumobroto SpKD-KGEH, belum terbukti logam berat merusak DNA sperma. Artinya, selama DNA sperma baik dan bertemu dengan DNA sel telur, bisa terjadi janin. Sebaliknya, jika DNA sperma jelek, malah tak jadi janin.&lt;br /&gt; Anyway, mencegah keracunan timbal sebenarnya mudah banget. Berkaca pada kehidupan masyarakat jaman dulu yang masih langka penyakit keracunan timbal ini, pencegahan utama dari penyakit ini adalah dengan tidak berinteraksi langsung dengan timbal. Masalahnya, perkembangan teknologi dan modernitas dewasa ini sangat sulit membuat kita 100% bisa menghindari timbal. Saat berada di jalan raya, kita ketemu asap knalpot kendaraan bermotor. Mau menghindari produk berteknologi tinggi motor juga kita masih susah, sebab motor laksana kaki kedua bagi kita.&lt;br /&gt; Jadi, sebaiknya kita mengenakan masker saat berada di jalan raya atau saat bersinggungan dengan asap kendaraan bermotor. Cara yang lain adalah minimalkan penggunaan kendaraan bermotor. Kalau masih bisa dijangkau dengan jalan kaki atau naik sepeda, mending kita pakai dua alat transportasi tradisional tersebut. Keuntungan lain menggunakan kaki atau sepeda untuk bepergian adalah meningkatkan kualitas udara bersih. Jadi, jantung sehat, udara bersih, dan global warming bisa dihindari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7985684357310745943?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7985684357310745943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/goldenhar-syndrome.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7985684357310745943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7985684357310745943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/goldenhar-syndrome.html' title='Goldenhar Syndrome'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVLYN8UHPI/AAAAAAAAABo/n0d9CP0_I5s/s72-c/gozdowskiafter1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-5809753705904411920</id><published>2009-12-25T15:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:26:09.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Edensor</title><content type='html'>Minggu ini target baca bukuku adalah mengkhatamkan Tetralogi Laskar Pelangi. Alhamdulillah, target tercapai dengan sukses. Nah, friends, sekarang aku ingin bagi-bagi opiniku tentang tetralogi novel yang luar biasa ini.&lt;br /&gt; Tetralogi Laskar Pelangi terbagi dalam 4 judul novel – ya iyalah, namanya juga tetralogi. Hehehe … Yang pertama berjudul Laskar Pelangi, lalu Sang Pemimpi, Edensor, dan terakhir Mimpi-mimpi Lintang, Maryamah Karpov. Dari empat judul di atas, Laskar Pelangi dan Edensor adalah novel yang kutahbiskan sebagai novel paling menarik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Laskar Pelangi membuatku bersemangat untuk menyelesaikan kuliah yang terus tertunda. Maklum saja, setan skripsi yang luar biasa menyeramkannya membuatku langsung dihinggapi virus malas dan ogah-ogahan mengerjakannya. Sampai deadline sidang yang harusnya sudah terjadi setahun lalu, molor jadi dua semester.&lt;br /&gt; Kedua, soal Edensor. Ini adalah judul yang paling menarik (menurutku). Alasannya simpel saja, karena Edensor bisa membuatku “bermimpi”.&lt;br /&gt; Tema dari tetralogi Andrea Hirata memang “bermimpi”. Andrea seolah ingin menyatakan bahwa, mimpi adalah jalan terbesar kita untuk berubah. Bayangkan saja, dari seorang anak kampung super udik, dengan lingkungan yang masih sangat jauh terjamah oleh teknologi, mereka bisa berubah jadi seorang sarjana program Master lulusan universitas negeri, luar negeri pula! Bayangkan saja, mereka hanya meraihnya dengan mimpi dan mewujudkannya melalui kerja keras.&lt;br /&gt; Belum cukup itu saja. Setiba di Perancis, mereka juga masih nekat bermimpi keliling dunia. Especially for Ikal, mimpinya untuk menjelajahi Benua Eropa dan Afrika juga dibumbui dengan impian mengejar sang gadis tercinta. Terbukti, impian itu sukses mereka lakoni. &lt;br /&gt; Meski pada awalnya banyak yang mencemooh rencana mereka untuk kuliah di Perancis, nyatanya mereka mampu mewujudkan impian mereka itu. Sungguh, suatu hal yang indah saat membaca novel Edensor ini. &lt;br /&gt; Impian adalah satu kata yang sekarang semakin lama semakin jauh dari benak kita. Seiring majunya teknologi, perkembangan jaman yang sangat pesat, arus globalisasi yang melahirkan individu-individu yang simpel dan praktis, impian seolah hal yang sangat utopis (alias tak akan mungkin terjamah oleh manusia. Ibarat dunia di atas angin yang sangat utopis, impian bagi manusia modern juga seperti itu).&lt;br /&gt; Semakin dewasa kita, semakin jarang kita bermimpi. Hidup adalah realita adalah jargon yang sangat deras didengungkan oleh masyarakat modern dewasa ini. Dan, realita itu sangat kejam, tak akan bisa dihadapi hanya dengan bermimpi. Akibatnya, para pemimpi makin punah populasinya.&lt;br /&gt; Sekarang hidup adalah untuk mengejar materi. Bekerja eight to five, mendapat gaji tetap setiap bulannya, promosi jabatan setiap beberapa bulan sekali. Semuanya seolah stagnan, membosankan. Nyaris tak ada lagi semangat dalam diri manusia dalam menjalani hidup. Mau tahu buktinya? Tengok saja wajah orang-orang kantoran yang bangun di pagi hari. Pasti jarang dari mereka yang tersenyum. Paling sering juga wajah super masam seperti habis menelan seribu ton jeruk mentah. Hehehe …&lt;br /&gt; Para pemimpi seolah tak mendapat tempat di bumi gemah ripah loh jinawi ini. Impian dan harapan dibabat habis secara sewenang-wenang oleh para penguasa yang mementingkan kepentingan sekelompok orang. Orang miskin bermimpi jadi kaya, ditertawakan. Anak bodoh bermimpi jadi pandai, dicemooh. Kaum multi gender (bahasa halus untuk para banci) bermimpi jadi cewek, dihujat habis-habisan.&lt;br /&gt; Lalu, bagaimana kita bisa jadi bangsa yang maju jika setiap impian kita dikebiri habis-habisan oleh lingkungan? Dan, kita langsung patah semangat hanya gara-gara satu impian kecil kita ditertawakan oleh banyak orang.&lt;br /&gt; Tengoklah bagaimana negara-negara maju bisa jadi besar seperti sekarang. William Sang Penakluk hanya bermimpi untuk memperluas wilayah jajahannya, akibatnya lahirlah Inggris hasil tangan dingin William yang sekarang termasyur dengan para pujangga besarnya. Atau, Bill Gates, orang terkaya nomor satu dunia, yang bermimpi untuk menjadi kaya. Dan, dia berhasil mewujudkan impiannya itu.&lt;br /&gt; Bangsa yang bermimpi adalah bangsa yang maju. Seperti slogan salah satu produk rokok yang sering terpampang di baliho pinggir jalan. Think Big if You Want to be Big! Impian besar juga akan melahirkan kesuksesan yang besar pula.&lt;br /&gt; Nah, si Edensor ini berhasil mendeskripsikan dengan sangat indah betapa asyiknya bermimpi. Meski kaki harus terluka karena menginjak kerikil-kerikil kehidupan yang tajam, nyatanya impian mampu menyembuhkan sakit akibat tusukan kerikil itu. Jika kita melihat dengan kacamata logika, mana mungkin seorang anak kampung miskin seperti Arai dan Ikal akan mampu menginjakkan kaki di Perancis? Apalagi ditambah bonus keliling Benua Eropa dan menjejakkan kaki di Afrika.&lt;br /&gt; That’s impossible! Itu pasti yang ada di benak kita semua. Tapi, coba kita ubah perspektif kacamata hidup kita. Jika kita melihat cita-cita Ikal dan Arai melalui kacamata pemimpi, pasti niat luhur bin nekat mereka dapat terlaksana dengan mudah.&lt;br /&gt; Indonesia memang butuh banyak penulis motivator seperti Andrea Hirata. Agar masyarakat kita – yang mayoritas dihuni oleh kaum marginal – lebih giat bermimpi dan lebih cerdas mewujudkan impiannya.&lt;br /&gt; So, jangan takut untuk bermimpi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-5809753705904411920?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/5809753705904411920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/edensor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5809753705904411920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5809753705904411920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/edensor.html' title='Edensor'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-8510575756961916160</id><published>2009-12-25T15:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:20:48.350-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Tahu Jamur Berkuah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVIvHQTvXI/AAAAAAAAABg/xY-vyhau3oE/s1600-h/P1150473.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVIvHQTvXI/AAAAAAAAABg/xY-vyhau3oE/s320/P1150473.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419317700848762226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;• Tahu sutera 1 buah – potong dadu (bisa diganti tahu putih biasa)&lt;br /&gt;• Jamur 5 buah&lt;br /&gt;• Air 750 ml&lt;br /&gt;• Taoge kedelai 75 gram – siangi&lt;br /&gt;• Bawang Bombay 1 buah – potong tipis panjang&lt;br /&gt;• Merica bubuk secukupnya&lt;br /&gt;• Garam secukupnya&lt;br /&gt;• Jahe 2 cm – iris halus&lt;br /&gt;• Kecap ikan 1 sdm&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara :&lt;br /&gt;• Rebus jamur hingga lunak, iris tipis memanjang, sisihkan.&lt;br /&gt;• Campur air, jahe, dan bawang Bombay. Rebus di atas api kecil hingga mendidih.&lt;br /&gt;• Tambahkan garam, merica, kecap ikan, dan tahu. Masak hingga tercampur rata.&lt;br /&gt;• Masukkan jamur dan taoge, masak hingga matang dan bumbu meresap. Angkat, sajikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-8510575756961916160?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/8510575756961916160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/tahu-jamur-berkuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8510575756961916160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8510575756961916160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/tahu-jamur-berkuah.html' title='Tahu Jamur Berkuah'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVIvHQTvXI/AAAAAAAAABg/xY-vyhau3oE/s72-c/P1150473.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-5071733939473560052</id><published>2009-12-25T15:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:16:43.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Sup Tofu Jamur Kuping</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVHvmjh-wI/AAAAAAAAABY/nfoyw2izmhE/s1600-h/suptelurtofubsr.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVHvmjh-wI/AAAAAAAAABY/nfoyw2izmhE/s320/suptelurtofubsr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419316609739258626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;• Tofu 2 buah, potong bulat (bisa diganti dengan tahu putih biasa)&lt;br /&gt;• Jamur kuping kering 50 gram – rendam hingga mekar&lt;br /&gt;• Air 800 ml&lt;br /&gt;• Kaldu bubuk 1 sdt&lt;br /&gt;• Garam 1 sdt&lt;br /&gt;• Jahe 3 cm – memarkan&lt;br /&gt;• Merica bubuk ½ sdt&lt;br /&gt;• Bawang putih 3 siung – cincang&lt;br /&gt;• Minyak wijen 1 sdt&lt;br /&gt;• Minyak goreng 2 sdm&lt;br /&gt;• Daun bawang 2 batang – potong bulat&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara :&lt;br /&gt;• Iris tipis memanjang jamur kuping yang telah mekar, sisihkan.&lt;br /&gt;• Panaskan minyak, tumis bawang putih dan jahe hingga harum. Tuangkan air, aduk rata, didihkan.&lt;br /&gt;• Masukkan tofu dan jamur kuping iris, aduk perlahan.&lt;br /&gt;• Tambahkan garam, kaldu bubuk, daun bawang, dan merica bubuk. Masak hingga matang dan bumbu meresap.&lt;br /&gt;• Tuangkan minyak wijen, aduk rata, angkat. Tuang sup ke mangkuk, sajikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-5071733939473560052?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/5071733939473560052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/sup-tofu-jamur-kuping.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5071733939473560052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5071733939473560052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/sup-tofu-jamur-kuping.html' title='Sup Tofu Jamur Kuping'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVHvmjh-wI/AAAAAAAAABY/nfoyw2izmhE/s72-c/suptelurtofubsr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-146927759268248908</id><published>2009-12-25T14:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T15:07:28.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>PERKEDEL TEMPE JAMUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVE31gCsAI/AAAAAAAAABQ/wB_1KLqRgwI/s1600-h/perkedeltahujamurbsr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVE31gCsAI/AAAAAAAAABQ/wB_1KLqRgwI/s320/perkedeltahujamurbsr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419313452655226882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cclient%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:877623735; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1229114060 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l0:level4 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l0:level7 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l1 	{mso-list-id:1601521318; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1104078974 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l1:level2 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l1:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l1:level4 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l1:level5 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l1:level6 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l1:level7 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l1:level8 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l1:level9 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;}&lt;/style&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bahan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm; font-family: lucida grande;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Tempe 250 gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Jamur kancing kaleng 10 buah – cincang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Tahu putih 100 gram &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Telur ayam 2 butir – kocok rata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Daun bawang 2 batang – iris halus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Minyak goreng 500 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Tepung panir 200 gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Merica bubuk ½ sdt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Kaldu bubuk ½ sdt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Garam ¼ sdt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Bawang putih 2 siung – haluskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Putih telur 1 butir – kocok rata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Cara :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Kukus tempe selama 15 menit, angkat, haluskan. Sangrai tahu      hingga kering, angkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Campur tempe, tahu, jamur, telur, daun bawang, merica, kaldu      bubuk, garam dan bawang putih. Aduk hingga tercampur rata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Ambil sedikit adonan, bulatkan dan pipihkan. Lakukan      hingga adonan habis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Celupkan dalam putih telur kocok lalu gulingkan ke tepung panir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Goreng hingga matang kecokelatan. Angkat, tiriskan, dan sajikan hangat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-146927759268248908?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/146927759268248908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/perkedel-tempe-jamur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/146927759268248908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/146927759268248908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/perkedel-tempe-jamur.html' title='PERKEDEL TEMPE JAMUR'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzVE31gCsAI/AAAAAAAAABQ/wB_1KLqRgwI/s72-c/perkedeltahujamurbsr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-6095984581505204131</id><published>2009-12-23T00:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T00:42:59.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Strawberry Pie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzHXkeX1pWI/AAAAAAAAABA/b5KnyBmWp3k/s1600-h/straw_rhubarb_pie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 288px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzHXkeX1pWI/AAAAAAAAABA/b5KnyBmWp3k/s320/straw_rhubarb_pie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418348848331728226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bahan Kulit :&lt;br /&gt;125 gram tepung terigu&lt;br /&gt;150 gram mentega tawar&lt;br /&gt;1/2 sdt garam&lt;br /&gt;5 sdm air es&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Isi :&lt;br /&gt;350 cc air&lt;br /&gt;100 gram gula pasir&lt;br /&gt;1/2 bungkus agar-agar bubuk warna bening atau merah&lt;br /&gt;300 gram strawberry segar, belah dua&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masukkan terigu, margarin, dan garam dalam satu tempat. Aduk sambil masukkan air es&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diamkan adonan selama30 menit. Tipiskan adonan setebal 1/2 cm. Masukkan ke dalam cetakan pai. Sisakan sedikit adonan untuk tutup pai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panggang sampai kecokelatan. Angkat lalu sisihkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Isi :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Didihkan air, gula, dan agar-agar. Angkat, dinginkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isi mangkuk pai dengan strawberry lalu tuang agar-agar di atasnya. Diamkan sebentar hingga agak beku lalu tutup bagian atas dengan sisa adonan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panggang sebentar hingga agar-agar sedikit meleleh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidangkan hangat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-6095984581505204131?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/6095984581505204131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/strawberry-pie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6095984581505204131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/6095984581505204131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/strawberry-pie.html' title='Strawberry Pie'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzHXkeX1pWI/AAAAAAAAABA/b5KnyBmWp3k/s72-c/straw_rhubarb_pie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7173142820042203635</id><published>2009-12-21T16:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T16:14:27.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapur Vegetarian'/><title type='text'>Sup Brokoli Vegetarian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzANMsb4MLI/AAAAAAAAAAw/Bb_Ms3oJ0aI/s1600-h/brocfennelsoup.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzANMsb4MLI/AAAAAAAAAAw/Bb_Ms3oJ0aI/s320/brocfennelsoup.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417844863464386738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fakta tentang brokoli :&lt;br /&gt;Dalam 100 gram brokoli terdapat 22.00 kal, 2.10 g protein, 0.10 g lemak, 4.5 g karbohidrat, 52 mg kalsium, 54.00 mg fosfor, 0.50 serat, 0.80 mg besi, 210.00 RE vitamin A, 0.09 mg vitamin B1, 0.08 mg vitamin B2, 68.00 mg vitamin C, &amp;amp; 0.50 mg niacin. Brokoli kaya akan senyawa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;antidote &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kanker seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;indole, glucosinolate, &amp;amp; ditihiolthione.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;100 gram brokoli pipil&lt;br /&gt;200 gram kembang tahu&lt;br /&gt;2 butir telur&lt;br /&gt;1 sdt merica bubuk&lt;br /&gt;1 sdm tepung maizena&lt;br /&gt;100 gram jamur kuping&lt;br /&gt;1 batang daun bawang&lt;br /&gt;1 sdm bawang goreng&lt;br /&gt;kecap asin secukupnya&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taburan :&lt;br /&gt;roti tawar, iris dadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rendam kembang tahu dalam air dingin, cabik-cabik, tiriskan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rebus brokoli hingga lunak. Tambahkan telur kocok, aduk cepat agar berserat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri mericabubuk, kembang tahu, dan kecap asin, aduk hingga berwarna kehijauan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terakhir masukkan larutan maizena, didihkan hingga kental. Angkat, taburi cincangan daun seledri dan taburan roti tawar. Sajikan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7173142820042203635?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7173142820042203635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/sup-brokoli-vegetarian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7173142820042203635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7173142820042203635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/sup-brokoli-vegetarian.html' title='Sup Brokoli Vegetarian'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/SzANMsb4MLI/AAAAAAAAAAw/Bb_Ms3oJ0aI/s72-c/brocfennelsoup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-8474441611347530100</id><published>2009-12-21T14:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T15:12:19.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fragmen Hidup'/><title type='text'>Paradoks Baru Dunia Pertama &amp; Dunia Ketiga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;Friends&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;paradigma "beranak" antara Negara Dunia Pertama &amp;amp; Negara Dunia Ketiga sungguh berbeda. (Sebenarnya aq enggan menggunakan istilah Negara Dunia Ketiga. Soalnya, penamaan itu sudah membuat sugesti tersendiri tentang betapa miskin &amp;amp; terbelakangnya negara kita dibanding negara-negara yang lain)&lt;br /&gt;Disebut Negara Dunia Ketiga karena para pengikut paham kapitalisme memberikan diferensiasi suatu negara berdasarkan sudut pandang materi semata. &lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik dari Negara Dunia Ketiga alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underdevelopment country&lt;/span&gt; alias negara berkembang alias negara miskin (juga) ini antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah, umumnya kurang dari U$ 10/hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat kemiskinan yang tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hiperinflasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masih banyak penduduk yang belum bisa memenuhi kebutuhan primer dan sekunder dengan baik (pangan, sandang, papan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masih banyak bayi, balita, dan anak dengan gizi buruk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persentase penduduk yang buta huruf, pendidikan rendah, masih tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marak dengan masalah-masalah sosial&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dll - Silakan isi sendiri&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kalo dipikir-pikir, semua ciri di atas masuk ke negara kita, Indonesia, ya? Hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anyway&lt;/span&gt;, untuk karakteristik Negara Dunia Pertama justru kebalikan dari semua karakteristik Negara Dunia Ketiga ini. Masyarakatnya maju dan sejahtera, kebutuhan primer &amp;amp; sekunder terpenuhi dengan baik - bahkan mereka sangat bisa memenuhi kebutuhan tersier &amp;amp; komplementer mereka, tingkat buta huruf nyaris 0%, semuanya melek teknologi, gizi tercukupi dengan baik. Hmm ... ironi yang aneh. Jadi, siapa sebenarnya yang Gemah Ripah Loh Jinawi? Bumi Rempah Indonesia apa Negara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Uncle Sam&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan tersebut juga muncul dalam perspektif mereka seputar anak. Kita lihat sendiri bagaimana penduduk Indonesia dengan sangat "rajin" melahirkan anak setiap tahunnya. Fenomena ini makin marak justru di kalangan menengah ke bawah Indonesia - yang seyogyanya mengerem kelahiran anak karena tingkat ekonomi mereka yang masih rendah.&lt;br /&gt;Banyak anak banyak rejeki. Itu jargon yang sangat salah kaprah di masyakat Indonesia. Akibat dari cara pandang yang keliru itu, seorang ibu dengan rela hati melahirkan sebuah tim kesebelasan sepak bola keluarga plus pemain cadangannya sekalian. Di masyarakat Jawa kuno - sebenarnya sampai sekarang masih ada, sih, di daerah-daerah pedesaan - seorang ibu bisa melahirkan hingga 9-13 anak. Wow!&lt;br /&gt;Khusus untuk Indonesia, fenomena ini justru muncul dengan gencar di kalangan menengah bawah Indonesia. Itu bisa disebabkan karena akses hiburan masyarakat miskin terbatas. Jangankan mo pergi ke mall tiap minggu, atau ke Ragunan tiap bulan, bisa makan tiga kali sehari saja sudah syukur alhamdulillah. Bandingkan dengan para orang kaya yang rajin menghamburkan uang ke tempat-tempat liburan dan pelesir mewah. Stress dikit mereka langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shopping&lt;/span&gt; ke Singapura, mumet dikit mereka relaksasi di spa. Hmm ...&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, karena akses hiburan yang sangat terbatas ini, masyarakat miskin lantas mencari alternatif pelesir yang lain. Solusinya adalah kehidupan seksual yang sangat aktif dan tak dilandasi pemikiran untuk mengerem laju kelahiran anak. Akibatnya sudah sangat jelas. Anak semakin banyak yang lahir dan tak didukung dengan kemampuan finansial yang cukup untuk menghidupi anak-anak itu.&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita tengok negara-negara Dunia Pertama. Anak dianggap sesuatu yang sangat merepotkan dan mahal. Seorang wanita enggan melahirkan anak karena dianggap bisa merusak karier, hidup, dan tubuh mereka. Seorang laki-laki enggan bertanggungjawab mengurus anak karena bagi mereka anak adalah sesuatu yang sangat merepotkan. Walhasil, jumlah penduduk asli negara-negara maju tersebut makin tahun makin menyusut - beda dengan Indonesia yang makin tahun makin bertambah.&lt;br /&gt;Saking "emohnya" para wanita ini melahirkan anak, pemerintah setempat sampai mengumumkan akan memberikan uang tunai dalam jumlah sangat besar jika sebuah keluarga mau memiliki anak lebih dari satu. Jepang dan Singapura adalah dua negara yang telah menerapkan program ini untuk menjaga kelangsungan klan mereka. Nyatanya, laju pertumbuhan penduduk mereka masih tetap rendah.&lt;br /&gt;Jadi berpikir (aneh), nih. Setelah sukses mengekspor para pahlawan devisa ke Malaysia, Hongkong, Arab, dll, kenapa kita tidak sekalian saja mengekspor BPI (Bayi Produksi Indonesia). Daripada terlunta-lunta hidup di negeri sendiri, akan lebih baik jika mereka diadopsi oleh para ekspatriat kaya negeri tetangga. Menarik, bukan? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/biggrin.gif" /&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-8474441611347530100?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/8474441611347530100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/paradoks-baru-dunia-pertama-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8474441611347530100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/8474441611347530100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/paradoks-baru-dunia-pertama-dunia.html' title='Paradoks Baru Dunia Pertama &amp; Dunia Ketiga'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-9099410720112355702</id><published>2009-12-20T19:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T19:30:40.206-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Donload Buku Gratis</title><content type='html'>Satu lagi tentang situs gratis. Buat kalian para mahasiswa dan penghobi baca, membeli buku di jaman resesi ekonomi seperti ini pasti cukup memberatkan kantong. Apalagi harga-harga buku sekarang ini lumayan mahal dibanding beberapa tahun yang lalu. Jadi mikir, ternyata buat pinter aja susah, ya? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" width="18" /&gt;&lt;/code&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, aku merekomendasikan sebuah situs penyedia jasa download buku gratis. 100% free, kok. Penasaran? &lt;a href="http://koleksi-free-ebook.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="background-color: lime;"&gt;Lihat di sini, ya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;!&lt;span style="background-color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-9099410720112355702?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/9099410720112355702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/donload-buku-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/9099410720112355702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/9099410720112355702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/donload-buku-gratis.html' title='Donload Buku Gratis'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-1329823939398089545</id><published>2009-12-20T19:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T19:25:23.365-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Toko Buku Online</title><content type='html'>Friends, buat semua yang gila buku, penghobi buku, dan pengoleksi buku, aku ada situs toko buku online yang murah meriah. Harganya juga relatif miring (tentu dengan ongkos kirim yang disesuaikan, ya!). Koleksi bukunya juga sangat lengkap. Kalau penasaran, &lt;a href="http://www.kutukutubuku.com/"&gt;&lt;span style=";color:yellow;" &gt;cek di sini ya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-1329823939398089545?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/1329823939398089545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/toko-buku-online.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1329823939398089545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/1329823939398089545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/toko-buku-online.html' title='Toko Buku Online'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-805820361963243625</id><published>2009-12-09T23:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T23:54:18.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save Our Earth'/><title type='text'>Mari Berhemat</title><content type='html'>Teman, sering ndak sih kalian merasa kehausan saat siang bolong yang sangat panas? Pastilah, ya! Boleh kutebak, ndak? Salah satu solusi yang paling sering kalian lakukan adalah membeli minuman sebagai obat pelepas dahaga. Tul ndak? ^.^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya, cara di atas nggak ada salahnya juga, sih, kita lakukan. Tapi, pernah nggak kita berpikir (dan menghitung) berapa rupiah uang yang telah kita hamburkan untuk membeli sebotol air mineral atau sekotak jus buah? Pastinya banyak lah, ya? Belum lagi limbah air minum yang kita konsumsi - semisal botol bekas air minum atau kotak karton bekasnya - yang sudah pasti kalo kita iseng mau nyimpennya, jumlahnya dijamin dah bisa menuhin lemari dapur kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tips yang mau aku sharing di sini adalah soal air minum. Gini ya, friends. Setelah kita menghitung-hitung dan mengkalkulasi jumlah rupiah dan jumlah limbah air minum kita, gimana kalo kita mulai mencoba melakukan sesuatu yang lebih ramah lingkungan dan so pasti, lebih ramah dompet dunk? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya adalah dengan SELALU MEMBAWA BOTOL AIR MINUM SENDIRI DARI RUMAH!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pentingnya sih, cara di atas? Tentu saja sangat penting, friends. Dengan selalu membawa air minum sendiri dari rumah, kita bisa menghemat banyak uang yang biasanya kita alokasikan buat beli air mineral. Dan, ini yang lebih penting. Kita bisa turut berpartisipasi mengurangi limbah plastik yang biasanya jadi bahan baku utama kemasan air minum itu. Tahu sendiri kan, kalo plastik tuh, butuh waktu yang lama banget buat hancur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, friends, ayo kita lakukan satu langkah kecil untuk kelestarian bumi kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-805820361963243625?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/805820361963243625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/mari-berhemat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/805820361963243625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/805820361963243625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/mari-berhemat.html' title='Mari Berhemat'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-7836652258189995442</id><published>2009-12-07T00:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T00:50:51.221-08:00</updated><title type='text'>Cantik Hijauku: Buat yang Suka Bersastra</title><content type='html'>&lt;a href="http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/buat-yang-suka-bersastra_07.html"&gt;Cantik Hijauku: Buat yang Suka Bersastra&lt;/a&gt;: "Buat yang suka bersastra, ini aku ada situs asyik. Mulai dari cerpen, cerbung, epik, resensi. Semuanya komplet dan berkualitas. &lt;a href="http://annida-online.com"&gt;Klik di sini yaw&lt;/a&gt;."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-7836652258189995442?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/buat-yang-suka-bersastra_07.html' title='Cantik Hijauku: Buat yang Suka Bersastra'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/7836652258189995442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/cantik-hijauku-buat-yang-suka-bersastra_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7836652258189995442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/7836652258189995442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/cantik-hijauku-buat-yang-suka-bersastra_07.html' title='Cantik Hijauku: Buat yang Suka Bersastra'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7206922335825414469.post-5642573450220753032</id><published>2009-12-04T20:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T20:17:33.784-08:00</updated><title type='text'>Welcome The Green Girl</title><content type='html'>Welcome ... Selamat datang ... Sugeng rawuh ... hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seneng rasanya bisa berkreasi lagi membuat blog. Soalnya ini kepala sudah hampir pecah mo mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini mengendap.Takutnya, kalo kelewat cablak bakalan ditimpukin orang se-RT. So, buat lebih amannya, mending posting aja di blog pribadi. Aman, ndak neko-neko, dan yang penting, ndak bakal ada sakit hati gara-gara dinyelekitin orang laen. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, blog ini sengaja aku buat sebagai bentuk keprihatinanku atas kondisi lingkungan yang makin amburadul. Untuk selanjutnya, aku akan berusaha posting tulisan-tulisan yang bisa meningkatkan motivasi The Green Girl buat hidup cantik,sehat, dan hijau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, nikmati sajian sederhanaku ini. ^.^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7206922335825414469-5642573450220753032?l=cantikhijauku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/feeds/5642573450220753032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/welcome-green-girl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5642573450220753032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7206922335825414469/posts/default/5642573450220753032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cantikhijauku.blogspot.com/2009/12/welcome-green-girl.html' title='Welcome The Green Girl'/><author><name>Cantik Hijauku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14380462389910472134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_Gik2gVVhk6I/TEOwbWjBUEI/AAAAAAAAACo/miDX8JEXLcU/S220/Omega+(43).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
