Selasa, 19 Januari 2010

Albert Einstein


Siapa yang tidak kenal Albert Einstein? Seluruh dunia pasti sudah tahu si Bapak Fisika ini. Teori-teori hasil bidikan otak cerdasnya telah melegenda hingga setiap sudut dunia. Dari yang tua hingga yang muda, semua kenal dia. Tapi, tahu tidak, sih? Jika Albert Einstein ini dulunya dikenal bodoh?
Ketika masih kecil, Einstein tidak memiliki keistimewaan dan bahkan perkembangannya lambat dibanding anak seusianya. Namun, siapa sangka, di kemudian hari dia malah menjadi ahli fisika, pencetus teori relativitas, dan bahkan dijuluki sebagai manusia super jenius?
Albert Einstein lahir di Ulm, Prusia Raya (sekarang Jerman), pada tanggal 14 Maret 1879, sebagai sulung dari pasangan sederhana. Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayahnya adalah pedagang kasur bulu.
Einstein kecil tumbuh lebih lambat dibanding anak seusianya. Kemampuan bicaranya amat lambat, sehingga dia terlihat seperti anak terbelakang. Apalagi sifatnya sangat pendiam dan lebih senang bermain seorang diri. Temperamennya juga meledak-ledak. Ia masih sering marah dengan melempar barang hingga usianya 17 tahun.
Saat duduk di bangku sekolah dasar, Einstein juga tergolong anak bodoh. Ia tidak menyukai mata pelajaran yang membutuhkan hafalan dan data. Namun, ia memiliki minat besar pada fisika dan matematika. Ia mengabaikan pelajaran lain hingga duduk di bangku SMP. Akibatnya, ia menyelesaikan SMP-nya tanpa mendapat ijazah. Einstein juga menyukai musik. Dia bahkan menguasai biola dan piano dengan baik. Tak jarang ia berduet dengan ibunya, memainkan musik klasik dunia dengan alat-alat musik tersebut.
Kecintaan Einstein pada fisika awalnya dimulai saat ia tergolek sakit pada usia 5 tahun. Ayahnya lantas menghadiahinya sebuah kompas (penunjuk arah). Einstein sangat kagum pada kompas tersebut. Sejak itulah, ia mulai tekun mencari tahu hal-hal yang masih menjadi misteri dalam alam ini.
Saat Einstein lulus SMP, usaha ayahnya bangkrut. Mereka terpaksa pindah ke Swiss. Di sanalah Einstein melanjutkan sekolah ke SMA dan berhasil lulus. Namun, ia sempat gagal melanjutkan pendidikan ke universitas karena gagal dalam ujian masuk. Kemungkinan besar kegagalannya itu karena ia belum mahir berbahasa Perancis. Ia pun mencoba kedua kali dan berhasil masuk ke Institut Politeknik di Zurich, Swiss. Di kampus, ia juga terkenal malas belajar dan kuliah. Untungnya, ia berhasil lulus dan bekerja sebagai guru. Lalu, ia bekerja pada kantor paten di Kota Bern. Selama itu, ia makin mempertajam wawasan fisikanya.
Sejak tahun 1905, Einstein mulai mampu menunjukkan kecemerlangannya dalam bidang matematika dan fisika. Ia menemukan sejumlah teori yang sangat berguna dan bisa dikembangkan dalam berbagai hal hingga saat ini.
Tahun 1933 ia memutuskan pindah ke Amerika Serikat. Bahkan, ia kemudian menjadi warga negara Amerika pada tahun 1941.
Pada 18 April 1955, Einstein meninggal. Sebagai ilmuwan, nama Einstein akan membekas sepanjang masa. Sebab, temuan atau teori-teorinya adalah dasar untuk menyelami berbagai kebesaran alam semesta ini. Einstein percaya, dunia ini diciptakan Tuhan dengan sangat sempurna. Dan, ilmu pengetahuan merupakan jendela untuk memahami keajaiban dunia.

3 komentar:

Aku Tidak Juga Kau mengatakan...

ternyata semua dimulai dari hal yg tak terduga...
jadi tahu sejarah sis, thanks...

karnain mengatakan...

ini adalah contoh untuk motivasi diri, orang bodoh kayak einstein jadi terkenal ,,mengapa kita yg ngakunya orang pinter gak terkenal?

Anonim mengatakan...

kunjungan perdana.
makasi atas share'a...
jd nambah ilmu nih! :)

Posting Komentar

Previous Post Next Post Back to Top