Tampilkan postingan dengan label Save Our Earth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Save Our Earth. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Januari 2010
Disiplin Membuang Sampah
Diposting oleh Cantik Hijauku di 18.17 0 komentar
Suatu hari di bulan Desember 2009, saya pergi ke sebuah mall elit di ibu kota Jawa Timur. Di sana saya tidak membeli apa-apa, hanya menemani saudara sepupu yang sedang kebelet window shopping dan berhasrat menggesek kartu kreditnya di beberapa butik ternama.
Jumat, 25 Desember 2009
Green for Your Gadget
Diposting oleh Cantik Hijauku di 15.34 0 komentar
• Gadget lama kita rusak? Kalau bisa, beli gadget second saja.
• Gunakan gadget selama mungkin.
• Gunakan fitur gadget semaksimal mungkin. Contohnya ponsel, jangan dipakai buat buat telepon atau sms aja, aktifkan juga fungsinya sebagai radio, personal assistant sampai untuk berinternet. Kita jadi nggak perlu membeli gadget lain yang memiliki fungsi tadi, deh!
• Pilih laptop daripada personal computer. Karena, laptop menggunakan lebih sedikit energi ketimbang PC. Kalau belum bisa pilih laptop, gunakan LCD monitor untuk PC kita karena lebih hemat energi.
• Gunakan gadget selama mungkin.
• Gunakan fitur gadget semaksimal mungkin. Contohnya ponsel, jangan dipakai buat buat telepon atau sms aja, aktifkan juga fungsinya sebagai radio, personal assistant sampai untuk berinternet. Kita jadi nggak perlu membeli gadget lain yang memiliki fungsi tadi, deh!
• Pilih laptop daripada personal computer. Karena, laptop menggunakan lebih sedikit energi ketimbang PC. Kalau belum bisa pilih laptop, gunakan LCD monitor untuk PC kita karena lebih hemat energi.
Be A Green Person
Diposting oleh Cantik Hijauku di 15.33 0 komentar
Sebenarnya, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuat bumi kita makin hijau dan sehat. Caranya sangat simpel, sederhana, dan sangat bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ini beberapa tipsnya (kalau mau nambahin, boleh banget, tuh!) :
• Makan masakan yang diolah sendiri lebih ramah lingkungan ketimbang membeli makanan dari luar. Selain itu, juga lebih hemat dan higienis.
• Menikmati makanan yang diolah dengan dengan bumbu alami – seperti cabai, bawang, dan merica – lebih ramah lingkungan ketimbang makanan yang diolah dengan bumbu cepat saji, apalagi yang kaya “MSG”, tuh! Survey membuktikan, bahwa “MSG” alias monosodium glutamate adalah penyebab terbesar obesitas, hipertensi, penyakit jantung, dan iritasi usus.
• Teliti sebelum membeli. Sebisa mungkin kita harus membeli membeli bahan makanan segar. Namun, jika terpaksa membeli makanan kemasan, ini cara untuk lebih “hijau”. Baca komposisi yang tercantum pada kemasan makanan. Makin sedikit komposisi makanan, makin “hijau”, tuh! Pilih kemasan yang paling minim dan pilih produk kemasan yang diproduksi lokal.
• Gunakan bahan makanan organik yang lebih ramah lingkungan. Namun, jangan sedih dulu jika belum sanggup membeli buah atau sayuran organik. Kita masih bisa, kok, bergaya hidup “hijau” dengan memilih buah dan sayur dengan lebih sedikit pestisida, seperti alpukat, nanas, mangga, kiwi, pisang dan pepaya, jagung muda, kubis, dan brokoli. Lawan dari buah rendah pestisida tersebut adalah apel, anggur dan pir. Semua itu adalah jenis buah boros pestisida, begitu pun sayuran selada, bayam, dan wortel.
• Makan masakan yang diolah sendiri lebih ramah lingkungan ketimbang membeli makanan dari luar. Selain itu, juga lebih hemat dan higienis.
• Menikmati makanan yang diolah dengan dengan bumbu alami – seperti cabai, bawang, dan merica – lebih ramah lingkungan ketimbang makanan yang diolah dengan bumbu cepat saji, apalagi yang kaya “MSG”, tuh! Survey membuktikan, bahwa “MSG” alias monosodium glutamate adalah penyebab terbesar obesitas, hipertensi, penyakit jantung, dan iritasi usus.
• Teliti sebelum membeli. Sebisa mungkin kita harus membeli membeli bahan makanan segar. Namun, jika terpaksa membeli makanan kemasan, ini cara untuk lebih “hijau”. Baca komposisi yang tercantum pada kemasan makanan. Makin sedikit komposisi makanan, makin “hijau”, tuh! Pilih kemasan yang paling minim dan pilih produk kemasan yang diproduksi lokal.
• Gunakan bahan makanan organik yang lebih ramah lingkungan. Namun, jangan sedih dulu jika belum sanggup membeli buah atau sayuran organik. Kita masih bisa, kok, bergaya hidup “hijau” dengan memilih buah dan sayur dengan lebih sedikit pestisida, seperti alpukat, nanas, mangga, kiwi, pisang dan pepaya, jagung muda, kubis, dan brokoli. Lawan dari buah rendah pestisida tersebut adalah apel, anggur dan pir. Semua itu adalah jenis buah boros pestisida, begitu pun sayuran selada, bayam, dan wortel.
Jangan, deh!
Diposting oleh Cantik Hijauku di 15.32 0 komentar
Bukan cuma pas Hari Bumi doang, kita melakukan tindakan hijau. Hari ini juga, cobalah untuk :
• Tidak duduk di depan komputer seharian. Ambil waktu satu atau dua jam untuk menghirup udara segar.
• Jangan pergi belanja dengan daftar belanja (buat para cewek nih, khususnya!). Menurut survey di Amerika, orang menghabiskan rata-rata 30% dari pengeluaran bulanan rutin untuk membeli produk yang tidak dikonsumsi. Merencanakan produk apa saja yang perlu dibeli akan membuat kita lebih hemat.
• Menempel daftar isi kulkas agar kita lebih tahu apa saja yang masih kita punya.
• Tidak duduk di depan komputer seharian. Ambil waktu satu atau dua jam untuk menghirup udara segar.
• Jangan pergi belanja dengan daftar belanja (buat para cewek nih, khususnya!). Menurut survey di Amerika, orang menghabiskan rata-rata 30% dari pengeluaran bulanan rutin untuk membeli produk yang tidak dikonsumsi. Merencanakan produk apa saja yang perlu dibeli akan membuat kita lebih hemat.
• Menempel daftar isi kulkas agar kita lebih tahu apa saja yang masih kita punya.
Goldenhar Syndrome
Diposting oleh Cantik Hijauku di 15.28 1 komentar

Tinggal di lingkungan perkotaan yang sarat dengan polusi menciptakan hidup tidak sehat. Namun, tidak banyak orang yang mempedulikan kondisi tersebut. Akibatnya fatal. Selain kematian, kondisi itu dapat mengakibatkan cacat fisik. Seperti yang dialami oleh keluarga Mochammad Achiyat (Jawa Pos/Rabu/12Agustus 2009).
Ayah empat anak itu mengalami keracunan timbal yang bersumber dari polutan gas. Tidak heran, Achiyat adalah pengusaha bengkel. Pemilik Bengkel Mobil Arek Suroboyo (BMAS) itu sehari-hari bergelut dengan otomotif.
Rabu, 09 Desember 2009
Mari Berhemat
Diposting oleh Cantik Hijauku di 23.37 1 komentar
Teman, sering ndak sih kalian merasa kehausan saat siang bolong yang sangat panas? Pastilah, ya! Boleh kutebak, ndak? Salah satu solusi yang paling sering kalian lakukan adalah membeli minuman sebagai obat pelepas dahaga. Tul ndak? ^.^
Sebenernya, cara di atas nggak ada salahnya juga, sih, kita lakukan. Tapi, pernah nggak kita berpikir (dan menghitung) berapa rupiah uang yang telah kita hamburkan untuk membeli sebotol air mineral atau sekotak jus buah? Pastinya banyak lah, ya? Belum lagi limbah air minum yang kita konsumsi - semisal botol bekas air minum atau kotak karton bekasnya - yang sudah pasti kalo kita iseng mau nyimpennya, jumlahnya dijamin dah bisa menuhin lemari dapur kita.
Salah satu tips yang mau aku sharing di sini adalah soal air minum. Gini ya, friends. Setelah kita menghitung-hitung dan mengkalkulasi jumlah rupiah dan jumlah limbah air minum kita, gimana kalo kita mulai mencoba melakukan sesuatu yang lebih ramah lingkungan dan so pasti, lebih ramah dompet dunk?
Caranya adalah dengan SELALU MEMBAWA BOTOL AIR MINUM SENDIRI DARI RUMAH!!
Apa pentingnya sih, cara di atas? Tentu saja sangat penting, friends. Dengan selalu membawa air minum sendiri dari rumah, kita bisa menghemat banyak uang yang biasanya kita alokasikan buat beli air mineral. Dan, ini yang lebih penting. Kita bisa turut berpartisipasi mengurangi limbah plastik yang biasanya jadi bahan baku utama kemasan air minum itu. Tahu sendiri kan, kalo plastik tuh, butuh waktu yang lama banget buat hancur?
So, friends, ayo kita lakukan satu langkah kecil untuk kelestarian bumi kita.
Sebenernya, cara di atas nggak ada salahnya juga, sih, kita lakukan. Tapi, pernah nggak kita berpikir (dan menghitung) berapa rupiah uang yang telah kita hamburkan untuk membeli sebotol air mineral atau sekotak jus buah? Pastinya banyak lah, ya? Belum lagi limbah air minum yang kita konsumsi - semisal botol bekas air minum atau kotak karton bekasnya - yang sudah pasti kalo kita iseng mau nyimpennya, jumlahnya dijamin dah bisa menuhin lemari dapur kita.
Salah satu tips yang mau aku sharing di sini adalah soal air minum. Gini ya, friends. Setelah kita menghitung-hitung dan mengkalkulasi jumlah rupiah dan jumlah limbah air minum kita, gimana kalo kita mulai mencoba melakukan sesuatu yang lebih ramah lingkungan dan so pasti, lebih ramah dompet dunk?
Caranya adalah dengan SELALU MEMBAWA BOTOL AIR MINUM SENDIRI DARI RUMAH!!
Apa pentingnya sih, cara di atas? Tentu saja sangat penting, friends. Dengan selalu membawa air minum sendiri dari rumah, kita bisa menghemat banyak uang yang biasanya kita alokasikan buat beli air mineral. Dan, ini yang lebih penting. Kita bisa turut berpartisipasi mengurangi limbah plastik yang biasanya jadi bahan baku utama kemasan air minum itu. Tahu sendiri kan, kalo plastik tuh, butuh waktu yang lama banget buat hancur?
So, friends, ayo kita lakukan satu langkah kecil untuk kelestarian bumi kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)







